Trump Diperingatkan tentang Implikasi Tinggalkan JCPOA
-
Perwakilan Iran dan Kelompok 5+1
Sebanyak 48 pejabat dan mantan pejabat pemerintah AS memperingatkan implikasi politik dan keamanan jika Washington menarik dari perjanjian nuklir Iran atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Seperti dilaporkan The National Interest, para pejabat AS itu dalam sebuah statemen pada Selasa (/8/7/2017) menyatakan, Presiden Donald Trump kemungkinan tidak akan memverifikasi komitmen Iran terhadap JCPOA pada Oktober nanti, di mana ini akan mengaktifkan kembali sanksi-sanksi yang telah ditangguhkan berdasarkan kesepakatan.
"Langkah tersebut juga akan menempatkan Washington pada kondisi tidak mematuhi perjanjian nuklir," kata mereka.
Mereka meminta pemerintah untuk menyusun sebuah kebijakan komprehensif mengenai Iran di mana lebih menjamin kepentingan nasional AS.
Para penandatangan pernyataan tersebut juga mengusulkan agar Trump tetap memverifikasi kepatuhan Iran terhadap JCPOA selama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan semua negara lain melakukan hal serupa.
Mereka memperingatkan bahwa jika AS secara sepihak dan tanpa bukti-bukti yang diperlukan, menolak memverifikasi kepatuhan Iran, keputusan ini akan memiliki implikasi bagi keamanan nasional AS.
Perjanjian nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 dilaksanakan sejak Januari 2016, namun pemerintah AS – sebagai salah satu pihak yang terlibat – selalu melanggar JCPOA. (RM)