Dokumen AS Ungkap Peran Inggris dalam Kudeta di Iran
-
Kudeta Agustus 1953
Surat kabar Financial Times Inggris dalam sebuah laporannya menulis, dokumen Departeman Luar Negeri AS yang baru dideklasifikasi menyebutkan bahwa Inggris pada tahun 1952 berulang kali meminta AS bergabung dalam kudeta untuk menggulingkan Mohammad Mosaddegh, Perdana Menteri Iran.
"Dokumen ini memberikan konfirmasi resmi pertama atas tujuan Inggris pada akhir 1952 untuk membujuk AS agar membantu menyingkirkan Mosaddegh," tulis Financial Times pada hari Rabu (9/8/2017) seperti dikutip kantor berita IRIB.
Dokumen Deplu AS juga memberikan sebuah informasi baru mengenai penilaian Inggris tentang situasi politik Iran dan ancaman terhadap kepentingan London, yang pada akhirnya menyebabkan kudeta Agustus 1953.
Menurut dua pakar dari organisasi penelitian non-partisan swasta yang memperoleh dokumen tersebut, Inggris telah mendorong AS untuk membantu penggulingan pemerintah Mosaddegh.
Mulai Oktober 1952, pejabat Inggris dan AS bertemu setidaknya tiga kali untuk membahas prospek penggulingan pemerintah Mosaddegh. Christopher Steel, pejabat nomor dua di Kedutaan Besar Inggris di Washington, mengemukakan gagasan tersebut kepada para pejabat AS.
Nasionalisasi industri minyak Iran oleh Mosaddegh membuat kubu imperialis marah dan mendorong Inggris-AS melakukan kudeta terhadap pemerintahan sah Iran. (RM)