Arus Balik Para Teroris dari Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i43118-arus_balik_para_teroris_dari_eropa
Ben Wallace, Menteri Keamanan Nasional Inggris, memperingatkan soal kembalinya para teroris ke Britania.
(last modified 2026-07-20T11:55:11+00:00 )
Aug 21, 2017 08:39 Asia/Jakarta

Ben Wallace, Menteri Keamanan Nasional Inggris, memperingatkan soal kembalinya para teroris ke Britania.

Menyusul insiden teror di Spanyol, lembaga-lembaga keamanan dan intelijen di Eropa sedang dalam kondisi siaga. Koran Evening Standard mengutip Ben Wallace menulis, "Para teroris Daesh telah kehilangan wilayahnya di Mosul, Irak utara, dan mundur dari Raqqah, Suriah tengah, dan masalah ini dapat memaksa para anggota teroris Daesh asal Inggris untuk kembali di mana mereka akan menjadi ancaman bagi keamanan Britania."

Dalam hal ini Sunday Express menulis, Daesh berniat melancarkan berbagai serangan teror pada akhir pekan di Inggris. Oleh karena itu, pasukan keamanan Britania sedang disiagakan penuh.

Aksi teror di Spanyol kembali menyebarkan gelombang ketakutan dan kekhawatiran di berbagai kota Eropa. Koran Handelsblatt terbitan Jerman menulis, "Teroris Daesh di kawasan Timur Tengah bersama dengan infiltrasi terus kehilangan pengaruh dan wilayahnya. Ini adalah ancaman bagi Eropa. Ratusan teroris Daesh akan kembali ke negara mereka di Eropa di mana masing-masing mereka menyimpan dendam kekalahan Daesh. Ini merupakan tantangan bagi lembaga-lembaga keamanan Eropa."

Berdasrakan data resmi, lebih dari 5.000 orang warga berbagai negara Eropa telah pergi ke Suriah dan Irak. Pemerintah-pemerintah Eropa, sebelumnya menutup mata terhadap fenomena hijrah ribuan warganya itu ke titik-titik krisis di Timur Tengah. Akan tetapi sekarang mereka sedang disibukkan dengan dampak buruk dari politik standar ganda di hadapan terorisme.

Para teroris Daesh asal Eropa, setiap kehilangan wilayah kekuasaan mereka di Suriah dan Irak, akan berusaha melancarkan operasi teror di berbagai wilayah Eropa khususnya di ibukota dan kota-kota besar. Aksi teror menabrak warga merupakan cara efektif yang digunakan oleh kelompok Daesh. Cara yang mudah namun dengan dampak tragis.

Abu Muhammad al-Adnani, jubir Daesh pada tahun 2014 kepada para simpatisan kelompok teroris Takfiri ini mengatakan, "JIka kalian tidak dapat meledakkan bom atau menggunakan senjata, gunakan mobil kalian untuk melindas mereka." Pesan tersebut beberapa kali telah dilaksanakan oleh para anggota Daesh di Eropa.

Peter Neumann, analis teror dan politik serta dosen riset keamanan di King's College London serta Ketua International Centre for the Study of Radicalisation (ICSR), dalam wawancaranya dengan koran Die Welt, menganalisa serangan teror di Spanyol dan mengatakan, "Pada tahun 2014, Daesh menggalakkan serangan teror dengan menggunakan sarana transportasi, akan tetapi tidak cukup berhasil. Di Perancis, pada tahun 2014 terjadi dua serangan teror dengan menggunakan kendaraan yang hanya menewaskan beberapa orang. Pasca serangan Daesh di Nice, Perancis, yang mengguunakan truk dan menewaskan 86 orang, barulah dukungan dan dorongan untuk melakukan serangan tersebut meningkat. Ketidakmampuan lembaga-lembaga intelijen dan keamanan mengantisipasi aksi teror seperti ini membuat Daesh menggunakan cara ini untuk menakut-nakuti warga Eropa."(MZ)