Lingkaran Setan Konflik AS-Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i43777-lingkaran_setan_konflik_as_korut
Lingkaran setan aktivitas nuklir Korea Utara, ancaman militer Amerika Serikat dan yang terbaru uji coba bom hidrogen Pyongyang, terus berlanjut.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Sep 04, 2017 10:24 Asia/Jakarta

Lingkaran setan aktivitas nuklir Korea Utara, ancaman militer Amerika Serikat dan yang terbaru uji coba bom hidrogen Pyongyang, terus berlanjut.

Mereaksi uji coba pertama bom hidrogen Korea Utara, petinggi pemerintah Amerika kembali mempertegas kemungkinan langkah militer negara itu atas Pyongyang dengan nada lebih serius dari sebelumnya. Donald Trump, Presiden Amerika ketika ditanya wartawan apakah perintah serangan militer terhadap Korea Utara akan dikeluarkan, ia berkata, "Kita lihat nanti."

Pada saat yang sama, James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika mengklaim, Washington punya banyak opsi militer untuk Korea Utara.

Akan tetapi dalam tujuh bulan lalu, pasca naiknya Trump, bahkan di masa pemerintahan Amerika terdahulu, statemen semacam ini sempat terlontar. Di samping itu, Amerika pun melakukan banyak langkah untuk menekan Korea Utara di bidang politik, ekonomi dan perdagangan.

Meski demikian, sampai sekarang tidak satupun upaya Amerika itu mampu menghentikan program peningkatan kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara. Saat ini, Pyongyang behasil mencapai kemampuan memproduksi rudal-rudal balistik yang bisa menjangkau wilayah Amerika dan menempatkan bom nuklir di hulu ledak rudal-rudalnya.

Uji coba bom hidrogen Korea Utara yang pertama juga bisa dianggap sebagai prestasi terbaru Pyongyang di tengah kuatnya tekanan ekonomi dan politik Barat pimpinan Amerika, dan merupakan jawaban tegas serta unjuk kekuatan di hadapan Washington.

Saat ini, pemerintah Amerika dengan nada lebih keras dari sebelumnya, mengumumkan kemungkinan serangan militer negara itu atas Korea Utara. Padahal jika Amerika mau atau punya kemampuan melancarkan serangan militer untuk menghentikan Korea Utara mengembangkan program nuklirnya, hal itu pasti sudah dilakukan sejak lama.

Tapi kenyataannya, hingga kini tidak pernah terjadi serangan militer terhadap Korea Utara, karena negara itu dinilai punya kemampuan nuklir tinggi dan bisa melancarkan serangan atas dua sekutu regional Amerika, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Lebih dari itu, serangan militer terhadap Korea Utara dapat menciptakan krisis yang dampaknya tidak akan lebih kecil dari Perang Dunia Kedua.

The Washington Post dalam salah satu artikelnya menulis, para analis politik meyakini bahwa serangan Amerika ke Korea Utara bukan saja tidak akan menyelesaikan masalah, sebaliknya dapat menciptakan banyak musibah. Oleh karena itu, mekanisme terbaik untuk mengakhiri krisis Semenanjung Korea saat ini adalah perundingan bilateral.

Sepertinya, sebagaimana statemen dan ancaman-ancaman sebelumnya, statemen terbaru Donald Trump dan James Mattis terkait serangan militer ke Korea Utara pasca uji coba bom hidrogen Pyongyang, juga tidak akan pernah menjadi kenyataan. Bedanya sekarang, dengan statemen pemerintah Amerika yang agak lebih keras terhadap Korea Utara, program nuklir dan rudal Pyongyang justru maju semakin pesat dari sebelumnya. (HS)