Kritik Kabul atas Kinerja Pakistan di Afghanistan
-
Hubungan Pakistan-Afghanistan
Ketika tensi di hubungan Islamabad dan Kabul masih tetap berlanjut, wakil negar bagian Kandahar di Majelis Nasional Afghanistan menyatakan, pemerintah Pakistan masih tetap tidak komitmen dengan janjinya terkait Afghanistan.
Shakiba Hashemi saat mereaksi statemen terbaru Menlu Pakistan Khawaja Muhammad Asif terkait kesiapan Islamabad menggalang kerja sama dengan pemerintah Kabul untuk menerapkan perdamaian di Afghanistan mengatakan, petinggi Pakistan tidak jujur dalam memberi janji kepada pemerintah Afghanistan dan tidak menjalankan komitmennya.
Ini artinya bahwa masih ada tembok dan rasa ketidakpercayaan antara Afghanistan dan Pakistan serta pejabat pemerintah dan lokal Afghanistan menuntut langkah praktis pemerintah Islamabad ketimbang menebar klaim atas janji-janji palsu. Kendala utama di hubungan Pakistan dan Afghanistan dipicu oleh perpecahan dalam pengambilan keputusan di Islamabad.
Sementara itu, petinggi pemerintah Pakistan berbicara mengenai pengurangan ketegangan dengan Afghanistan, berkas negara ini berada di tangan militer Pakistan dan dinas intelijen ISI. Oleh karena itu, pejabat politik dan lokal Afghanistan menilai ucapan dan janji petinggi Pakistan sebagai janji kosong.
Di sisi lain, menurut pandangan pada jenderal Pakistan, Afghanistan adalah halaman belakang Islamabad dan kedalaman strategisnya. Sementara menurut keyakinan pejabat Kabul, Afghanistan memiliki pemerintahan independen, kemerdekaan dan kedaulatan nasional yang harus dihormati pemerintah Pakistan.
Oleh karena itu, selama image dan pendekatan pejabat Pakistan terhadap Afghanistan tidak berubah, kendala hubungan kedua negara masih akan tetap berlanjut.
Abdul Shakoor Akhlaqi, jurnalis asal Afghanistan mengatakan, "Persabahatan Pakistan dengan Afgahnistan sejak dulu hingga kini hanya sekedar di muka dan dimulut, namun sangat disayangkan ucapan tersebut tidak pernah sampai pada titik implementasi dan saat ini rakyat Afghanistan menjadi korban akibat kerja sama Pakistan dengan teroris."
Selain isu bilateral, hubungan Kabul-Islamabad selama beberapa tahun terakhir, dipengaruhi pengaruh India di Afghanistan dan kebijakan Amerika di negara ini di samping isu etnis. Mengingat persaingan India dan Pakistan, Islamabad sangat sensitif atas kehadiran New Delhi di Afghanistan. Kini persaingan India dan Pakistan mulai merembet ke Afghanistan di saat hubungan New Delhi dan Kabul semakin luas.
Jafar Haghpanah, pengamat Anak Benua India di Tehran mengatakan, "Pakistan memandang isu Afghanistan sebagi peluang untuk menciptakan konstelasi menyeluruh. Pakistan ingin mengokohkan pengaruhnya di Afghanistan dan menekuk lutut rivalnya. Petinggi Pakistan mengklaim jika mereka gagal menerapkan pengaruh masa lalunya di Afghanistan, maka mereka akan mengalami kerugian."
Bagaimana pun juga, ketidakpercayaan dan tensi di hubungan Pakistan-Afghanistan masih terus berlanjut dan kedua negara menghadapi musuh bersama yakni terorisme yang mengancam keamanan nasional mereka.
Sementara itu, perang kontra terorisme bukan saja berubah menjadi friksi di antara Kabul dan Islamabad, bahkan pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan, tanpa kerja sama bilateral dan multilateral, melawan fenomena buruk terorisme akan sangat sulit dan bahkan tidak mungkin dilakukan. (MF)