Kerjasama Strategis Rusia dan Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i44939-kerjasama_strategis_rusia_dan_pakistan
Rusia dan Pakistan memulai latihan militer gabungan yang disebut 'Friendship 2017.' Pasukan komando dari kedua negara ikut serta dalam latihan yang akan digelar selama dua minggu ini di wilayah Rusia.
(last modified 2026-04-23T16:50:12+00:00 )
Sep 26, 2017 11:30 Asia/Jakarta

Rusia dan Pakistan memulai latihan militer gabungan yang disebut 'Friendship 2017.' Pasukan komando dari kedua negara ikut serta dalam latihan yang akan digelar selama dua minggu ini di wilayah Rusia.

Juru bicara Angkatan Darat Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan bahwa pasukan kedua negara akan fokus pada operasi kontra-terorisme, pembebasan sandera, operasi pencarian dan penyelamatan.

Pada upacara pembukaan latihan, para pejabat tinggi militer Rusia dan Pakistan memantau berbagai tahapan latihan.

Kegiatan tersebut dilakukan menjelang kunjungan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa ke Moskow pada Oktober mendatang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Nafees Zakaria mengatakan, Islamabad dan Moskow memiliki kerjasama di bidang pertahanan dan kedua pihak telah menandatangani berbagai kesepakatan terkait perluasan kerjasama.

Belum lama ini, Pakistan mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk membeli pesawat tempur Sukhoi dan helikopter Mi-35, dan beberapa model dari helikopter Rusia telah dikirim ke pemerintah negara bagian Balochistan.

Latihan gabungan Rusia dan Pakistan menunjukkan bahwa kedua negara juga mengagendakan latihan bersama dalam konteks pengembangan kerjasama pertahanan dan militer. Sejalan dengan itu, latihan gabungan pertama antara Moskow dan Islamabad telah dilakukan tahun lalu.

Dalam mengkaji alasan perluasan kerjasama pertahanan dan militer Pakistan-Rusia, sebagian besar berkaitan dengan situasi regional dan internasional yang telah membawa mereka untuk membangun kerjasama seperti sekarang ini.

Pakistan, yang mengalami banyak ketegangan dalam hubungannya dengan Amerika Serikat sejak setidaknya lima tahun lalu, memilih memperluas kerjasama dengan rival AS di kancah internasional sebagai bentuk protes atas perubahan kebijakan Washington terhadap Islamabad.

AS selain lebih memilih India daripada Pakistan dalam hubungan regionalnya, juga menuduh Islamabad mendukung terorisme dan melancarkan perang proksi terhadap India dan Afghanistan. Washington juga mengurangi bantuan finansial dan militer ke Islamabad secara drastis.

Kondisi ini membuat pemerintah Pakistan mencari sebuah alternatif baru untuk membangun kerjasama strategis setelah AS mengubah pendekatannya. Pakistan memilih Cina dan Rusia sebagai mitra barunya.

Ahmad Saeed, seorang pengamat politik di Afghanistan mengatakan, "Tujuan Pakistan adalah untuk menunjukkan kepada AS bahwa jika Anda tidak berkompromi dengan kami dan tidak memenuhi kebutuhan kami, maka kami akan berteman dengan rival-rival Anda."

Di lain pihak, Rusia menyambut baik perluasan hubungan dengan Pakistan, khususnya dengan tujuan menarik bekas sekutu AS itu di kawasan. Oleh karena itu, Moskow berkali-kali mengumumkan kesiapan untuk memenuhi berbagai kebutuhan strategis Islamabad.

Bagi Rusia, pengembangan kerjasama dengan Pakistan bisa memperluas pengaruh Moskow di negara itu, yang sebelumnya berada di tangan Amerika. Terlebih lagi, Rusia dengan memperluas kerjasama dengan Pakistan, dapat menebarkan pengaruhnya ke wilayah Afghanistan, di mana AS sedang berusaha menjadi super power di Afghanistan. (RM)