Minat Cina Gandeng Negara Anggota ASEAN
https://parstoday.ir/id/news/world-i46281-minat_cina_gandeng_negara_anggota_asean
Menteri Pertahanan Cina, Chang Wanquan menekankan perluasan kerja sama militer Beijing dengan negara-negara Asia Tenggara anggota ASEAN.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 26, 2017 12:55 Asia/Jakarta

Menteri Pertahanan Cina, Chang Wanquan menekankan perluasan kerja sama militer Beijing dengan negara-negara Asia Tenggara anggota ASEAN.

Chang Wanquan di sidang para menhan ASEAN di Manila, Filipina mengatakan, menjaga kawasan, perdamaian dan stabilitas merupakan salah satu misi militer Cina dan Beijing berencana meningkatkan kerja sama militernya dengan negara-negara kawasan.

Ia menambahkan, hubungan militer adalah bersahabat dan selama lima tahun kedepan, Beijing akan meningkatkan kerja sama militernya dengan negara kawasan Asia Tenggara.

Upaya Cina memperluas kerja sama militer dan keamanan dengan negara anggota ASEAN bertolak belakang dengan langkah Amerika untuk menciptakan iklim Cinaphobia dan mencapai kesepakatan keamanan anti Beijing.

Cina memiliki friksi dengan sejumlah negara anggota ASEAN terkait Laut Cina Selatan dan Amerika berusaha memanfaatkan moment ini untuk menggalang kekuatan militer di kawasan anti Cina. Namun ada dua faktor yang mendorong kebijakan ofensif Amerika anti Cina tidak digubris ASEAN.

Faktor pertama, level hubungan perdagangan negara-negara anggota ASEAN dengan Cina mencapai 400 miliar dolar. Dengan demikian Cina menjadi mitra dagang pertama ASEAN dan terbuka peluang membetuk sebuah blok ekonomi kuat menghadapi Barat.

ASEAN untuk melanjutkan laju ekonominya bukan saja memburuhkan investasi Cina, bahkan pasar negara ini masih menarik bagi industri dan produk ASEAN. Hal ini juga membuka banyak peluang bagi pengembangan hubungan Beijing dengan negara-negara anggota ASEAN.

Fu Ying, pengamat politik Cina mengatakan, "Beijing siap meningkatkan kerja sama transportasi laut dan pelabuhan dengan ASEAN. Cina juga aktif mempersiapkan pembentukan masyarakat Cina-ASEAN di bidang kerja sama di berbagai bidang termasuk telekomunikasi."

Faktor kedua yang mensukseskan Cina mengendalikan kebijakan ofensif AS adalah manajemen tepat krisis dengan menghindari segala bentuk konfrontasi dengan negara-negara anggota ASEAN dan penekanan pentingnya kerja sama ketimbang pertengkaran.

Di sisi lain, negara-negara anggota ASEAN dengan baik menyadari bahwa berlanjutnya kondisi perseteruan bukan saja merugikan perdamaian dan stabilitas di kawasan,bahkan mendorong para invenstor lari. Oleh karena itu, sisi kesamaan Cina dan negara anggota ASEAN adalah kepentingan ekonomi dan perdagangan serta prioritasnya adalah perluasan kerja sama.

Kayla Matthews, pengamat ekonomi ASEAN mengatakan, "Perluasan hubungan ekonomi ASEAN dan Cina menjadi peluang bagi pertumbuhan seluruh kawasan. Cina sebagai kekuatan ekonomi kedua dunia, untuk mencegah anjloknya nilai mata uang Yuan, dan negara-negara ASEAN untuk memangkas biaya serta meningkatkan keuntungan di perdagangan dan hubungan ekonomi membutuhkan perluasan hubungan ekonomi dan perdagangan di antara mereka."

Bagaimana pun juga, statemen menhan Cina terkait misi militer negara ini adalah membantu perdamaian dan stabilitas di kawasan, menunjukkan bahwa Beijing tengah keluar dari cangkangnya untuk memainkan peran lebih penting di proses keamanan regional sehingga mampu memberi jaminan kepada negara anggota ASEAN bahwa Cina bukan ancaman bagi kawasan, tapi dengan memperluas kerja sama kolektif, perdamaian dan keamanan regional akan terjamin tanpa intervensi asing. (MF)