2017, Tahun Paling Mematikan bagi Amerika
-
Penembakan di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas.
Sebuah surat kabar Amerika menulis, tahun 2017 adalah tahun paling mematikan bagi Amerika Serikat dalam satu dekade terakhir dari segi pembunuhan massal dan penggunaan senjata api.
Penembakan hari Minggu di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas dengan 26 kematian, telah menambah jumlah korban pembunuhan massal pada tahun 2017 menjadi 208 orang. Demikian dilaporkan koran USA Today, Selasa (7/11/2017).
"Pembunuhan massal ini disebabkan oleh kasus-kasus seperti, penembakan, penusukan, dan serangan dengan benda tumpul," tambahnya.
AS tidak mendengar kabar yang menggembirakan dalam dua tahun terakhir. Tiga dari lima pembunuhan terbesar - Sutherland Springs, Las Vegas dan Orlando - telah berlangsung pada tahun 2016 dan 2017. Secara total, tiga serangan besar tersebut menewaskan 133 orang.
Sejak 2006, USA Today telah melacak total 358 pembunuhan massal yang merenggut nyawa 1.883 orang. Data menunjukkan 77 persen pembunuhan massal melibatkan senjata api dan ini belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika selama bertahun-tahun.
Antara tahun 2010 dan 2015, rata-rata terjadi 8.592 kasus kematian dengan senjata api di Amerika dan angka ini lebih dari 10 kali lipat di negara seperti Kanada. (RM)