Globalisasi Perdagangan, Produk AS yang Mengancam Penciptanya
https://parstoday.ir/id/news/world-i46716-globalisasi_perdagangan_produk_as_yang_mengancam_penciptanya
Presiden Cina, Xi Jinping, dalam KTT APEC di Vietnam, menekankan berlanjutnya globlalisasi perdagangan.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Nov 11, 2017 13:08 Asia/Jakarta

Presiden Cina, Xi Jinping, dalam KTT APEC di Vietnam, menekankan berlanjutnya globlalisasi perdagangan.

Xi Jinping menyinggung meluasnya pertukaran dagang yang seimbang dengan negara-negara lain seraya menekankan perlawanan terhadap unilateralisme.

KTT dua hari itu dimulai sejak Jumat di kota Da Nang, Vietnam.

Penekanan Presiden Cina terhadap globalisasi perdagangan dunia adalah lawan dari politik proteksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington mendukung slogan globalisasi perdagangan dengan menghapus pajak dan cukai atau menguranginya, demi memperkokoh kehadiran dan perannya di pasar dunia, serta menekan banyak negara untuk menerima hal ini.

Akan tetapi pertumbuhan ekonomi negara-negara seperti Cina dan perluasan pengaruh mereka di pasar dunia, bahkan hingga menguasai pasar Amerika, membuat para pejabat Washington beralih pada politik proteksi produksi dalam negeri demi membatasi negara-negara tersebut. Tidak hanya itu banyak negara seperti Cina dan Jepang mendapat tekanan untuk menciptakan perimbangan.

Oleh karena itu, seraya menekankan perimbangan perdagangan, Presiden Cina pada saat yang sama juga menekankan pengokohan globalisasi perdagangan, guna mencegah teraliasinya tujuan-tujuan sepihak Trump.

Anabel Gonzalez, ketua kelompok pedagangan dan daya saing Bank Dunia mengatakan, berbagai analisa menunjukkan bahwa laju pertumbuhan perdagangan dunia telah menurun, sementara reduksi kebebasan dagang dalam 18 bulan terakhir juga mengkhawatirkan, dan politik proteksi ekstrim di mana contohnya adalah politik Donald Trump, akan mengancam globalisasi.

Perluasan jaringan produksi global di sektor industri, di samping komunikasi yang saling terkait, merupakan salah satu motor utama penggerak perdagangan perdagangan global dan pembangunan dalam beberapa dekade terakhir. Tidak diragukan lagi, perubahan teknologi juga akan menimbulkan perubahan fundamental dalam perekonomian global. Struktur ekonomi global juga mengalami perubahan dan penyempurnaan bersamaan dengan perubahan teknologi tersebut.

Sebagai dampaknya produksi industri dalam negeri akan semakin murah dan beragam. Sementara untuk melanjutkan pertumbuhan ekonominya, negara-negara memerlukan pasar yang relatif lebih luas, di mana hal ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Gedung Putih menuding sejumlah negara seperti Cina sedang memanfaatkan globalisasi secara sepihak, sementara Washington menggulirkan politik proteksi terhadap industrinya untuk menurunkan defisit perdagangannya.  

Pada akhirnya, banyak pengamat yang menekankan dimulainya era pelemahan kekuatan global Amerika Serikat di berbagai sektor. Politik proteksi Trump juga tidak akan mampu mencegah proses tersebut. Majalah Speigel terbitan Jerman dalam hal ini menulis bahwa politik ekonomi Amerika Serikat selalu dibarengi dengan kekhawatiran dan keputusasaan serta terjebak dalam kecenderungan nasionalisme.

Pemerintahan Trump menganulir kesepakatan perdagangan karena dinilai tidak menguntungkan Amerika Serikat. Banyak mitra dagang Amerika Serikat yang mengkritik hal ini dan berdampak pada peningkatan angka pengangguran. Trump berpendapat bahwa AS adalah korban globalisasi di saat Amerika Serikat sendiri yang menciptakan sistem tersebut.(MZ)