Perang Media antara Rusia dan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i46850-perang_media_antara_rusia_dan_amerika
Duma Rusia menyetujui sebuah undang-undang yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk mendaftarkan media-media asing di Rusia sebagai perwakilan negara asing.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Nov 16, 2017 12:00 Asia/Jakarta

Duma Rusia menyetujui sebuah undang-undang yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk mendaftarkan media-media asing di Rusia sebagai perwakilan negara asing.

Tindakan ini diambil sebagai tanggapan atas keputusan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk mendaftarkan jaringan internasional televisi Rusia, RT sebagai perwakilan negara asing.

RT dianggap sebagai corong propaganda pemerintah Rusia ketika negara itu sedang disorot oleh Washington atas kemungkinan intervensinya dalam pemilu presiden AS.

Keputusan Duma Rusia kemungkinan akan menyasar radio Voice of America (VOA) dan Radio Free Europe, di mana keduanya didanai oleh pemerintah AS. UU tersebut juga ditujukan kepada media-media asing yang disponsori oleh pemerintah, sebagai perwakilan asing di Rusia.

Berdasarkan UU ini, media-media asing di Rusia juga harus mematuhi sejumlah peraturan lain, dan jika terjadi pelanggaran, aktivitas mereka akan dihentikan.

Perang media antara Moskow dan Washington tampaknya telah memasuki babak baru setelah Duma mengeluarkan aturan, yang mengatur aktivitas media asing di Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, bersamaan dengan tuduhan intervensi Moskow dalam pemilu presiden AS, tekanan terhadap media-media Rusia meningkat drastis.

Washington mengklaim bahwa televisi RT adalah bagian dari upaya Moskow untuk mempengaruhi dan ikut campur dalam pemilu presiden AS pada 2016.

Mantan Duta Besar AS di Rusia, Michael McFaul mengklaim bahwa media-media berita seperti RT dan Sputnik, yang dikendalikan oleh pemerintah Rusia, jelas-jelas mendukung Presiden Donald Trump.

Sebaliknya, para pejabat Moskow berulang kali mengkritik intervensi langsung Barat dalam pemilu Rusia.

Barat terutama AS dan beberapa negara Uni Eropa, secara langsung terlibat dalam perang media terhadap pemerintah Rusia dan Presiden Vladimir Putin dalam beberapa pemilu di Rusia.

Ketegangan dalam hubungan Rusia-Barat selama tiga tahun terakhir telah mendorong upaya besar-besaran oleh AS untuk melemahkan pemerintah Rusia serta menyebarluaskan nilai-nilai dan budaya Barat di negara tersebut.

AS memfokuskan propaganda dan perang psikologisnya terhadap pemerintah Rusia di dua medan utama, yaitu kegiatan media dan dukungan untuk organisasi-organisasi sipil pro-Barat di Rusia, dengan tujuan untuk mempromosikan nilai-nilai Barat khususnya demokrasi versi mereka.

Selain itu, media-media Amerika seperti, VOA dan Radio Free Europe juga mengorganisir dan melancarkan propaganda mereka dengan tujuan mempengaruhi opini publik di Rusia.

Moskow telah lama memprotes campur tangan Barat dalam urusan internal Rusia, yang dibarengi dengan memprovokasi warga Rusia untuk melakukan pembangkangan sipil atau menghasut mereka untuk memprotes pemerintah. Rusia memandang campur tangan Barat sebagai tindakan subversi.

Meski AS sekarang mengklaim dirinya menjadi korban propaganda media dan serangan cyber, mereka sendiri adalah pengganggu utama iklim kondusif politik di Rusia, termasuk melalui medianya seperti, VOA dan Radio Free Europe. (RM)