OPEC dan Pemangkasan Produksi Minyak
Sidang OPEC ke-173 digelar hari Kamis (30/11/2017) di kantor pusatnya di Wina untuk membahas stabilitas pasar minyak dunia.
Menteri Perminyakan Republik Islam Iran, Bijan Namdar Zanganeh dalam konferensi pers hari Rabu mengatakan, Iran sepakat memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi minyak OPEC untuk dua periode dalam waktu enam hingga sembilan bulan.
Tampaknya, pertemuan ini dilakukan untuk mengatasi masalah harga minyak yang masih relatif rendah. Anggota OPEC bersama non anggota sepakat untuk memperpanjang penurunan pasokan minyak hingga akhir tahun 2018.
Sebelumnya, kedua pihak menyepakati prakarsa konstruktif Iran untuk menurunkan pasokan minyaknya pada November 2016. Kesepakatan ini relatif bisa mewujudkan stabilitas harga di pasar global. Meskipun demikian, Iran dikecualikan dari pemangkasan kuota minyak tersebut.
Diplomasi minyak Republik Islam Iran berhasil meyakinkan negara anggota OPEC lainnya bahwa Tehran masih bisa mempertahankan posisinya sebelum sanksi Barat, terutama AS dijatuhkan terhadap Iran, sehingga tidak masuk dalam ketentuan bersejarah OPEC itu.
Pada pertemuan OPEC yang berlangsung 30 November 2016, negara-negara anggota OPEC bersepakat untuk menetapkan total pasokan minyaknya sebesar 32,5 juta barel perhari. Dengan demikian terjadi penurunan sebesar 1,3 juta barel perhari. Pasca kesepakatan penting tersebut, produksi minyak non-OPEC juga dipangkas sekitar 600 ribu barel perhari. Sementara itu, Rusia berkomitmen untuk menurunkan produksi minyaknya sebesar 300 ribu barel yang merupakan produsen minyak terbesar non-OPEC.

Pada akhirnya, kesepakatan negara-negara anggota non-OPEC mulai dijalankan sejak Januari 2017, dan dalam pertemuan sebelumnya di tingkat menteri perminyakan dan energi kembali disepakati perpanjangan pemangkasan kuota minyak hingga Maret 2018. Kali ini negara-negara produsen minyak non-OPEC sejalan dengan anggota OPEC dalam program internasional pemangkasan produksi minyak dunia.
Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh sekretariat OPEC di Wina, harga minyak di pasar global saat ini bertengger di level 61 dolar 31 sen. Harga tersebut berada di tingkat yang disepakati oleh pihak non dan anggota OPEC. Mengenai masalah ini, Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui hari Selasa mengungkapkan, Pasar minyak saat ini mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, dan hasilnya komitmen negara-negara produsen minyak terhadap kesepakatan pemangkasan produksi minyak OPEC.
Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, negara-negara produsen minyak OPEC dan selain anggota memandang penting partisipasi program penurunan produksi minyak yang bertujuan untuk menjaga situasi dan akan mendorong peningkatan harga minyak di pasar global dalam kerangka kepentingan anggota dan non anggota OPEC.(PH)