Friksi Ekonomi Cina-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i47669-friksi_ekonomi_cina_as
Kementerian perdagangan Cina dalam statemen terbarunya menyampaikan protes atas penentangan AS terhadap pemberian kondisi ekonomi pasar kepada Cina di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Des 04, 2017 09:46 Asia/Jakarta

Kementerian perdagangan Cina dalam statemen terbarunya menyampaikan protes atas penentangan AS terhadap pemberian kondisi ekonomi pasar kepada Cina di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Beijing menilai penentangan Washington tersebut sepenuhnya tidak adil. Cina memandang masalah ini telah diatur dalam pasal 15 protokol keanggotaan Cina di WTO yag telah disampaikan sejak Desember tahun lalu.

Aturan ini memberikan kesempatan kepada Uni Eropa untuk menempatkan Cina sebagai sebuah negara yang tidak mengadopsi pasar bebas. Pasar bebas adalah sebuah sistem ekonomi yang mengarahkan produksi dan distribusi komoditas serta jasa berdasarkan mekanisme pasar bebas melalui sistem penentuan harga sesuai pasar.

Penentangan AS terhadap aturan ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, masalah ini menunjukkan friksi antara Cina dan AS  tidak hanya berlangsung di level bilateral, tapi juga mengemuka di tingkat internasional. Jika tuntutan Washington terhadap Beijing dalam masalah krisis nuklir Korea Utara dan pembatasan terhadap perluasan pasar Cina demi membuka jalan bagi produk AS tidak dilakukan, maka Washington akan menggunakan kekuatannya untuk menekan Beijing.

Presiden AS, Donald Trump di masa kampanye pilpres telah menyinggung masalah ini dengan menegaskan akan menjegal masuknya produk-produk murah dari Cina di negaranya. 

Donald Trump

Kedua, tujuan AS menentang pemberian kondisi pasar bebas kepada Cina di WTO dipengaruhi oleh kebijakan proteksionisme pemerintahan Donald Trump. Presiden AS ini berupaya mengatasi masalah perekonomian yang membelit negaranya dengan mendukung produksi dalam negeri, dan menekan negara lain dalam kebijakan perdagangan dengan mereka.

Para delegasi AS di WTO  membela kebijakan proteksionisme yang diberlakukan Trump demi melindungi produksi dalam negerinya dari serbuan produk-produk murah asal Cina. Tampaknya kebijakan ini akan mempengaruhi hubungan antara Washington dan Beijing.

Profesor universitas Fudan di Shanghai, Sung Guiw mengungkapkan, Impelementasi kebijakan unilateral dan ekspansionis AS terhadap perekonomiannya dalam menghadapi ekonomi Cina menyebabkan kedua pihak memasuki perang dagang besar-besaran.

Sejak tahun 2001, Cina menjadi anggota WTO, tapi menghadapi hambatan dari AS sebagai sebuah negara ekonomi pasar. Kini, Cina menghadapi kebijakan proteksionisme yang dijalankan oleh pemerintahan Trump yang akan mengganggu hubungan kerja sama ekonomi bilateral yang terjalin selama ini. Masalah ini juga akan memperuncing perselisihan kedua negara dalam isu lain seperti konflik semenanjung Korea.(PH)