Turki Tolak Akui Baitul Maqdis Sebagai Ibu Kota Israel
-
Binali Yildirim
Perdana menteri Turki menyatakan negaranya tidak mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.
"Kami tidak pernah mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan menanti penyelesaian final masalah Israel dan Palestina," ujar Binali Yildirim dalam sidang di parlemen Turki hari Senin (11/12).
Menyinggung penandatanganan kesepakatan antara Turki dan Israel dalam kunjungan presiden Turki kesembilan, Süleyman Demirel di tahun 1996, Yildirim mengungkapkan, "Semua kesepakatan tersebut ditandatangani di Baitul Maqdis, tapi hal ini tidak berarti Turki mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel,".
Mengenai sidang luar biasa KTT OKI yang akan digelar besok di Istanbul untuk membahas masalah Baitul Maqdis, presiden Turki menjelaskan kehadiran para pemimpin negara Muslim dalam pertemuan tersebut untuk mengambil sikap bersama menghadapi keputusan terbaru Donald Trump tentang Baitul Maqdis.
Presiden AS, Donald Trump hari Rabu (6/12) mengeluarkan keputusan pengakuan resmi negaranya terhadap Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan memutuskan akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.(PH)