ASEAN di Mata India
Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj dilaporkan ingin memperdalam hubungan ekonomi New Delhi dengan negara-negara anggota ASEAN.
Sushma Swaraj saat menyampaikan orasinya di pertemuan kelima dengan ASEAN di Jakarta, Indonesia menekankan peningkatan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, pendidikan dan warisa budaya dengan negara-negara anggota ASEAN.
Kunjungan Swaraj ke Indonesia dalam rangka lawatannya ke tiga negara ASEAN, Thailand, Indonesia dan Singapura yang ditujukan untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara anggota organisasi ini. Perdagangan antara India dan ASEAN tahun lalu disebutkan sebesar 12 persen dari total perdagangan luar negeri New Delhi dan senilai lebih dari 65 miliar dolar.
ASEAN memiliki sepuluh anggota dan dibentuk pada 8 Agustus 1967. Organisasi ini dengan total populasi 500 juta, tercatat sebagai salah satu organisasi paling sukses. India yang baru-baru ini mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen, memiliki ambisi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi global dan tengah mencari pasar yang tepat dan menarik di Asia Tenggara. Kawasan ini juga memiliki kemampuan untuk menyediakan teknologi kepada India untuk menopang laju ekonominya. Oleh karena itu, India melalui strategi Timurnya, secara serius mengejar kebijakan perluasan hubungan dengan ASEAN sehingga mampu mengejar ketertinggalannya di masa lalu dari Cina.
Johann Blanc, pakar dari Rand Corporation mengatakan, "Kebijakan ke Timur yang diterapkan India harus cenderung praktis ketimbang slogan. Memang hubungan perdagangan India dengan ASEAN mengalami kemajuan, tapi masih belum cepat, khususnya ketika persaingan antara India dan Cina dijadikan tolok ukur, Beijing masih di atas angin."
Selain itu, persaingan ekonomi Cina dan India, New Delhi masih ingin mengontrol perilaku pemerintah Beijing sebagai salah satu rival atomnya setelah Pakistan. Oleh karena itu, India ketika mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan ASEAN berencana aktif di sektor energi di kawasan ini dan memanfaatkan fasilitas radar yang ada. Oleh karena itu, India untuk mengawasi Cina, membangun pusat pelacaran satelit di selatan Vietnam.
Kline Mountain, pakar keamanan maritim di The S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura mengatakan, "Dari sisi militer, langkah ini memiliki nilai penting. Pembangunan pusat pelacakan satelit di Vietnam akan menghapus kelemahan intelijen negara ini dan meningkatkan pengawasan India."
Dalam hal ini, mengingat hubungan yang terus meningkat antara India dan Amerika Serikat, kehadiran non politik dan ekonomi India di kawasan Asia Tenggara akan membangkitkan sensitifitas Cina. Ini artinya bisa jadi persaingan ekonomi di kawasan berubah menjadi persaingan militer dan spionase. Jika hal ini terjadi negara-negara anggota ASEAN akan terkena imbasnya dan menanggung beragam kesulitan. (MF)