Trump dan Macron Bahas Aksi Protes di Iran Via Telepon
-
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Gedung Putih dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, membahas aksi protes di Iran melalui sambungan telepon.
"Kedua pemimpin setuju bahwa kerusuhan baru-baru ini di Iran adalah indikasi dari kegagalan pemerintah dan penyalahgunaan aset negara untuk mendanai terorisme," kata Gedung Putih pada Ahad (7/1/2018) malam, seperti dikutip laman Farsnews.
Klaim tak berdasar terhadap Iran disampaikan ketika AS sendiri bertindak sebagai pendukung utama kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah dan memanfaatkan para teroris untuk mencapai tujuannya.
Sementara itu, Istana Elysee belum mengeluarkan statemen terkait percakapan telepon antara Macron dan Trump, namun Perancis dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB Jumat lalu, mengambil posisi yang berbeda dengan pemerintah AS mengenai kerusuhan di Iran.

Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre meminta agar tidak dilakukan campur tangan dalam urusan domestik Iran, dan mengatakan kerusuhan tersebut bukanlah ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Sidang Dewan Keamanan yang dilakukan atas permintaan AS untuk membahas aksi protes di Iran, telah membuat negara itu terisolasi dan dituding menyalahgunakan badan PBB.
Mayoritas negara anggota menekankan bahwa isu domestik Iran tidak ada hubungannya dengan Dewan Keamanan PBB. (RM)