WHO Cabut Status Darurat Ebola
-
Ebola
Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan epidemi Ebola yang menewaskan ribuan orang di Afrika Barat bukan lagi kondisi darurat kesehatan masyarakat internasional.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menurunkan status darurat epidemi, pada Selasa, pertama kali sejak diumumkan pada Agustus 2014.
Virus dengue tropis itu muncul pada bulan Desember tahun 2013 dan telah menewaskan lebih dari 11.300 orang, khususnya di Liberia, Guinea dan Sierra Leone. Virus itu juga menginfeksi lebih dari 28.000 orang sejak mewabah.
"Transmisi Ebola di Afrika Barat tidak lagi merupakan suatu peristiwa luar biasa, risiko penyebaran internasional sekarang rendah, dan negara-negara saat ini memiliki kapasitas untuk merespon dengan cepat keadaan darurat virus baru," kata Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan.
Meski demikian, Chan memperingatkan bahwa dunia harus tetap mempertahankan "tingkat kewaspadaan tinggi dan kapasitas responnya."
Chan juga meminta negara-negara yang telah membatasi interaksi mereka dengan tiga negara Ebola-hit untuk "segera mencabut larangan apapun tentang wisata dan perdagangan."
Badan kesehatan PBB itu juga mengatakan bahwa tiga negara berhasil menyelesaikan periode pengamatan 42 hari serta periode pengawasan 90-hari tanpa mencatat kasus baru yang berkaitan dengan rantai penularan utama.
WHO lebih lanjut mengatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan ratusan stafnya di negara-negara Afrika Barat untuk memantau situasi.
Badan ini awalnya mengecam keras respon lambat terhadap wabah, termasuk sistem kesehatan lokal yang tidak memadai untuk menanganinya.
Virus mematikan itu memiliki gejala demam parah dan nyeri otot, kelemahan, muntah dan diare. Epidemi dalam banyak kasus menyebabkan gagal organ dan pendarahan internal tak terbendung.(IRIB Indonesia/MZ)