Mantan Direktur CIA: Saya Lebih Percaya Kata-kata Iran daripada Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i187534-mantan_direktur_cia_saya_lebih_percaya_kata_kata_iran_daripada_trump
Pars Today – Mantan kepala Dinas Intelijen AS (CIA) Amerika Serikat mengatakan: “Saya cenderung lebih mempercayai kata-kata Iran daripada kata-kata Donald Trump.”
(last modified 2026-03-24T11:49:43+00:00 )
Mar 24, 2026 18:47 Asia/Jakarta
  • John Brennan
    John Brennan

Pars Today – Mantan kepala Dinas Intelijen AS (CIA) Amerika Serikat mengatakan: “Saya cenderung lebih mempercayai kata-kata Iran daripada kata-kata Donald Trump.”

Menurut laporan ISNA, John Brennan, mantan kepala Dinas Intelijen AS (CIA) pada masa kepresidenan Barack Obama, dalam sebuah program televisi mengatakan: “Saya lebih mempercayai kata-kata Iran daripada kata-kata presiden kita sendiri, karena Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, bahkan ketika berkali-kali kebenaran telah menampar wajahnya, ia tidak mau menerimanya.”

 

Pernyataan Brennan ini muncul ketika Trump dalam beberapa minggu terakhir, di tengah perang Amerika-Israel melawan Iran, beberapa kali mengubah pandangannya mengenai konflik ini dan menunjukkan adanya kontradiksi dalam ucapannya.

 

Mantan Direktur CIA sebelumnya juga mengkritik alasan presiden AS untuk memulai perang dengan Iran, menuduh Washington berbohong untuk membenarkan dimulainya perang, dan dalam pernyataannya, mengkritik logika Trump untuk berperang dengan Iran.

 

Ia juga menunjukkan bahwa tidak ada laporan intelijen AS – baik mengenai rudal balistik, program nuklir, maupun yang berkaitan dengan terorisme – yang menunjukkan adanya ancaman “segera” dari Iran, dan menekankan bahwa tidak ada apa pun yang dapat membenarkan langkah Amerika Serikat menuju “invasi ke wilayah udara Iran dan pengeboman.”

 

Brennan melanjutkan dengan menyatakan: “Saya pikir kebohongan disebarkan dengan cepat sebagai cara untuk membenarkan logika perang, dan sebenarnya tidak ada logika untuk itu. Pemerintahan Trump berbohong untuk membenarkan masuk ke dalam perang melawan Iran.” (MF)