Potensi Perang Dagang AS dan Uni Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i50641-potensi_perang_dagang_as_dan_uni_eropa
Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa perdagangan Uni Eropa dengan Amerika Serikat "sangat tidak adil."
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Jan 29, 2018 10:48 Asia/Jakarta

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa perdagangan Uni Eropa dengan Amerika Serikat "sangat tidak adil."

"Uni Eropa memperlakukan AS dengan sangat tidak adil saat melakukan perdagangan," kata Trump dalam wawancara dengan saluran ITV Inggris, yang disiarkan Ahad (28/1/2018).

"Saya punya banyak masalah dengan Uni Eropa, dan mungkin berubah menjadi sesuatu yang sangat besar dari sudut pandang ini - dari sudut pandang perdagangan," tambahnya.

Uni Eropa, jelas Trump, dapat dengan mudah memasukkan produknya ke AS dengan tanpa pajak atau pajaknya sangat kecil. Mereka sangat tidak adil terhadap Amerika, dan saya pikir ini akan sangat merugikan mereka sendiri.

Indikasi dari adanya perang verbal antara Uni Eropa dan Amerika sudah terlihat jauh sebelum wawancara itu dilakukan.

Manfred Weber, anggota Parlemen Eropa dari Partai Uni Kristen Sosial (CSU) Jerman, memperingatkan munculnya perang dagang antara Uni Eropa dan AS. Dia mengatakan, Trump harus tahu bahwa Eropa memiliki fasilitas yang cukup untuk merespon proteksionisme perdagangan AS.

Sejauh ini, para pejabat Eropa berusaha mengesankan bahwa mereka mampu menanggapi kebijakan proteksionisme AS secara tepat, namun faktanya adalah bahwa dalam kondisi saat ini, Eropa tidak punya potensi yang diperlukan, karena secara ekonomi, kedua pihak memiliki ketergantungan yang kompleks.

Krisis finansial tahun 2008 di Amerika dan dampak buruknya bagi beberapa negara Uni Eropa, merupakan bukti yang jelas dari ketergantungan ini.

Menurut para pengamat politik, saat ini Uni Eropa sedang menghadapi masalah yang berhubungan dengan Brexit, dan organisasi ini akan berada pada posisi yang sangat sulit jika terjadi perang dagang dengan Amerika, terlebih Eropa juga menjalin kerjasama yang luas dengan AS di bidang keamanan, yang turut memperbesar ketergantungan tersebut.

Amerika dan Uni Eropa

Menurut Pusat Statistik Uni Eropa, ekspor produk negara-negara Uni Eropa ke AS mencapai 362 miliar euro pada tahun 2016. Sebaliknya, impor barang dari AS oleh Eropa sekitar 246 miliar euro.

Di sektor jasa, Uni Eropa memperoleh keuntungan 225 miliar euro dari ekspor jasa ke AS, sementara organisasi ini mengeluarkan 212 miliar euro untuk membeli jasa dari AS. Statistik ini menunjukkan jarak antara Uni Eropa dan Amerika di sektor ekspor dan impor, yang bisa mendorong Trump untuk memulai perang dagang dengan Eropa.

Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Jerman, Norbert Rottgen percaya bahwa Eropa secara bertahap harus mengurangi ketergantungan keamanannya pada AS, dan langkah ini akan menciptakan kerjasama ekonomi yang lebih efektif antara kedua negara.

Secara umum, perselisihan serius telah terjadi antara Uni Eropa dan Amerika sejak Trump berkuasa di Gedung Putih. Ranah perselisihan ini antara lain dalam kasus mundurnya AS dari perjanjian iklim Paris dan upaya Trump untuk merusak kesepakatan nuklir dengan Iran. (RM)