Kebijakan Ancaman dan Intimidasi Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i51135-kebijakan_ancaman_dan_intimidasi_trump
Gedung Putih mengabarkan keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menggelar parade militer dalam rangka unjuk kekuatan negara itu.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 07, 2018 13:48 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Gedung Putih mengabarkan keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menggelar parade militer dalam rangka unjuk kekuatan negara itu.

Presiden Amerika setahun lalu dalam berbagai kesempatan, kerap menekankan pertunjukan kekuatan militer Amerika, penambahan anggaran militer dan menentukan garis batas bagi pihak lain. Beberapa waktu lalu, Donald Trump di Twitter juga pernah menulis, kunci nuklir yang ada di atas meja Presiden Amerika, lebih besar dari kunci nuklir Pemimpin Korea Utara.

Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengancam akan menghancurkan Korea Utara, padahal negara ini adalah salah satu anggota PBB. Presiden Amerika juga mengumumkan, jika sampai terjadi perang dengan Korea Utara, maka kami akan menciptakan "api dan kemarahan" yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya.

Donald Trump

Kebijakan ancaman dan intimidasi Trump tidak hanya sekedar retorika, kebijakan ini bahkan telah dimasukkan ke dalam strategi keamanan Amerika dan menjadi penekanan. Doktrin Strategi Kemanan Nasional, NSS dan Strategi Pertahanan Nasional, NDS menjadi landasan doktrin Tinjauan Postur Nuklir, NPR 2018 yang digagas Trump.

Tinjauan Postur Nuklir 2018 dianggap sebagai ancaman yang bisa menghancurkan total seluruh musuh dan rival Amerika, bahkan negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir. Pembuatan bom nuklir kecil atau bom nuklir mini termasuk inti strategi nuklir baru Amerika itu, sehingga jika diperlukan dapat digunakan dalam setiap perang secara legal.

Dengan latar belakang seperti ini, sekarang pemerintah Amerika sedang mempersiapkan diri untuk menggelar parade militer sebagai bentuk unjuk kekuatan negara itu. Greg Jaffe, jurnalis surat kabar The Washington Post menulis, dengan langkah ini, Pentagon dan Gedung Putih bermaksud memamerkan kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika kepada dunia.

Di sebagian besar negara dunia, parade-parade militer semacam ini lumrah dilakukan. Meski demikian, Amerika karena selalu terlibat dalam perang-perang lintas batas dan mempertontonkan kemajuan militernya di medan tempur nyata, jelas tidak membutuhkan parade-parade militer di dalam wilayahnya sendiri.

senjata nuklir Amerika

Tapi sekarang, gerakan nasionalisme garis keras Amerika di bawah pimpinan Trump ingin menggunakan parade militer untuk mengintimidasi musuh, rival dan penentang Washington di seluruh dunia. Presiden Amerika berjanji akan membentuk sebuah pasukan terbesar sepanjang sejarah dunia, oleh karena itu ia menambah anggaran militer Kementerian Pertahanan Amerika hingga 700 milyar dolar.

Perkembangan yang terjadi selama 20 tahun terakhir menunjukkan, peningkatan kekuatan militer Amerika dan keterlibatan negara itu dalam perang Afghanistan, Irak, Libya dan Suriah, telah menurunkan pengaruh negara ini terhadap sistem global.

Hal ini terbukti ketika keputusan Washington terkait sejumlah isu sensitif dunia sudah tidak diamini lagi oleh negara lain, termasuk sekutu-sekutu terdekatnya sendiri. (HS)