Dampak Mempersenjatai Guru di Sekolah Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i53239-dampak_mempersenjatai_guru_di_sekolah_amerika
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kesiapan mempersenjatai para guru dan pegawai sekolah di negara ini dengan senjata api untuk menghadapi serangan potensial.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 12, 2018 15:37 Asia/Jakarta
  • penembakan di Florida
    penembakan di Florida

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kesiapan mempersenjatai para guru dan pegawai sekolah di negara ini dengan senjata api untuk menghadapi serangan potensial.

Berdasarkan kebijakan itu, pemerintah Amerika akan membantu setiap negara bagian yang ingin menerapkan metode penggunaan senjata api bagi para guru dan pegawai sekolah dengan maksud mencegah terulangnya insiden serangan dan pembunuhan bulan lalu di sebuah sekolah di negara bagian Florida yang menewaskan 17 orang.

Para pendukung kebijakan ini percaya, membiarkan sekolah dan para pelajar tanpa perlindungan di hadapan penyerang bersenjata, akan menyebabkan tragedi seperti pembunuhan di sekolah Sandy Hook atau sekolah menengah atas Stoneman Douglas.

Menurut mereka, jika para guru atau pegawai sekolah dipersenjatai dengan senjata api, mereka dapat membela diri ketika diserang orang bersenjata dan melindungi murid-muridnya sebelum polisi datang. Di sisi lain, kebijakan ini juga mendapat penentangan serius. Kubu kontra memperingatkan, keberadaan orang yang membawa senjata di sekolah akan menurunkan konsentrasi murid pada pelajaran, dan menimbulkan ketakutan permanen di lingkungan pendidikan.

Selain itu, kemungkinan terjadinya penembakan tak disengaja oleh para guru, terbuka lebar. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah laporan mengabarkan terjadinya insiden penembakan tak disengaja di sekolah Amerika.

Di sisi lain, anggaran pelatihan menembak bagi para guru di ribuan sekolah, di seluruh penjuru Amerika, menjadi tantangan lain kebijakan ini. Tantangan tersebut akan memposisikan sekolah-sekolah pemerintah di daerah pinggiran kota besar Amerika, menjadi pusat kekerasan dan kejahatan, dan semakin menambah penderitaan mereka karena selama ini minim anggaran.

pasar senjata di Amerika

Mark Barden, seorang ayah yang anaknya tewas terbunuh di sekolah dasar Sandy Hook tahun 2012 lalu, mengomentari kebijakan Presiden Amerika, Donald Trump untuk mempersenjatai para guru dan mengatakan, istri saya Jackie adalah guru dan ia akan mengatakan kepada anda bahwa para guru sudah mengemban tanggung jawab yang cukup besar, sehingga tidak mungkin mau menerima tanggung jawab mengerikan yang berkaitan dengan kehidupan seseorang.

Pengalaman membuktikan, semakin masyarakat Amerika dipersenjatai, maka semakin terancam pula keamanan mereka akibat kemungkinan penembakan membabi buta atau pembunuhan massal di tempat-tempat umum. Tidak diragukan, pelatihan penggunaan senjata api untuk para guru, bahkan dengan kecepatan yang lebih sekalipun, akan mendorong para penjahat, orang sakit jiwa dan pesakitan memperbanyak senjata atau meningkatkan kemampuannya.

Meski guru-guru yang dipersenjatai bisa menahan penyerang bersenjata masuk ke lingkungan sekolah untuk beberapa lama, namun target kebijakan ini tak ayal akan menjadikan sekolah sebagai asrama militer dan mengubah masyarakat menjadi tempat yang dipenuhi senjata.

Pada akhirnya pemenang final pertarungan antara guru bersenjata dengan penyerang bersenjata yang bermaksud membunuh siswa adalah pabrik-pabrik pembuat senjata. Berdasarkan data resmi, penjualan senjata api di tahun 2016 berhasil memecahkan rekor dengan penjualan hampir mencapai 11 juta unit.

Di tahun 2017, tren penjualan senjata api mengalami penurunan dan pabrik-pabrik pembuat senjata mengalami kerugian. Ide mempersenjatai ratusan ribu guru atau pegawai sekolah di seantero Amerika akan membuka pasar besar dan menguntungkan bagi pabrik-pabrik pembuat senjata, tanpa ada keputusan apapun untuk menjamin peningkatan keselamatan jiwa pelajar Amerika. (HS)