Peringatan HRW atas Dampak Merusak Serangan ke Al-Hudaydah
https://parstoday.ir/id/news/world-i58818-peringatan_hrw_atas_dampak_merusak_serangan_ke_al_hudaydah
Human Rights Watch (HRW) memperingatkan dampak merusak serangan koalisi Arab Saudi ke al-Hudaydah bagi warga sipil.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 17, 2018 15:36 Asia/Jakarta
  • Serangan Saudi ke Yaman
    Serangan Saudi ke Yaman

Human Rights Watch (HRW) memperingatkan dampak merusak serangan koalisi Arab Saudi ke al-Hudaydah bagi warga sipil.

HRW dilaporannya menekankan pentingnya upaya untuk mengurangi korban di pihak warga sipil di serangan koalisi Arab Saudi, mengijinkan warga berlindung ke tempat aman, mempermudah pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di lseuruh Yaman serta mengijinkan badan bantuan kemanusiaan mengakses mereka.

 

HRW menyatakan, koalisi Arab Saudi karena tidak komitmen dengan undang-undang perang di Yaman memiliki catatan mengerikan. Berdasarkan laporan lembaga ini, pasukan koalisi Arab Saudi sejak awal agresi ke Yaman, selain melancarkan serangan udara ilegal juga menggunakan bom tandan.

Image Caption

 

Koalisi Arab Saudi menyerang Yaman sejak Maret 2015 dan hingga kini ribuan warga Yaman tewas atau terluka. Gelombang serangant erbaru koalisi ini menarget pelabuhan strategis al-Hudaydah yang terletak di Laut Merah. Pasukan Uni Emirat Arab berada di garis terdepan di serangan ini dan seraya menguasai pelabuhan ini, mereka juga ingin meningkatkan represi berat kepada warga Yaman.

 

Koalisi Arab Saudi berencana menutup jalur utama bagi kelansungan hidup warga Yaman dan dengan demikian dapat memaksa warga Yaman menyerah. Jika tujuan ini tercapai, rakyat Yaman akan menghadapi kondisi sangat sulit. Langkah ini mendapat kritikan luas di tingkat internasional.

 

Jan Egeland sekejn Dewan Pengungsi Norwegia dalam pesannya terkait kondisi al-Hudaydah menulis, "Kami harus mengirim pesan massal kepada seluruh organisasi internasional dan organisasi non pemerintah (NGO) bahwa serangan pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ke al-Hudaydah harus dihentikan."

 

Mengingat dukungan Barat kepada koalisi Saudi, Dewan Keamanan PBB di sidangnya hari Kamis gagal membahas penghentian serangan koalisi Saudi ke al-Hudaydah. Barat hanya puas dengan mengungkapkan kekhawatirannya dalam kasus ini, tapi di sisi lain mereka memberikan beragam bantuan intelijen, logistik, dan jasa penasihat kepada koalisi Saudi.

 

Duta besar Rusia di PBB mengatakan, 15 anggota Dewan Keamanan sangat khawatir atas kondisi kemanusiaan di al-Hudaydah dan kembali menuntut al-Hudaydah dan Saleef tetap tinggal.

 

Pelabuhan al-Hudaydah dan Saleef terletak di utara kota ini dan merupakan dua jalur utama bagi pengiriman bantuan kemanusiaan, makanan dan obat-obatan ke Yaman, karena 70 persen bahan ini masuk ke negara ini melalu dua pelabuhan tersebut.

 

Pemerintah Barat khususnya Amerika Serikat dan Inggris masih tetap mempertahankan hubungan dekatnya dengan Arab Saudi dan sekutunya seperti Uni Emirat Arab  meski ada beragam laporan dari berbagai organisasi pembela HAM terkait pembantaian warga sipil Yaman dan pemboman lokasi dan instalasi sipil di negara ini oleh jet tempur Arab Saudi dan sekutunya serta kecaman berulang terhadap Arab Saudi terkiat pelanggaran HAM dan eskalasi penentangan di dalam negeri.

 

Barat di sejumlah kasus seperti serangan ke al-Hudaydah memilih berada di samping pasukan agresor koalisi Arab Saudi. (MF)