Shehbaz Sharif Siap Maju di Bursa Perdana Menteri Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i60716-shehbaz_sharif_siap_maju_di_bursa_perdana_menteri_pakistan
Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) secara resmi menunjuk Shehbaz Sharif, ketua partai ini sebagai kandidat perdana menteri Pakistan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 08, 2018 15:33 Asia/Jakarta
  • Shehbaz Sharif ketua Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N)
    Shehbaz Sharif ketua Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N)

Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) secara resmi menunjuk Shehbaz Sharif, ketua partai ini sebagai kandidat perdana menteri Pakistan.

Sementara itu, Partai Tahreek-e-Insaf yang memenangkan pemilu parlemen terbaru di negara ini dengan 114 kursi, menunjuk Ketua partai, Imran Khan sebagai kandidat mereka di bursa perdana menteri negara ini.

 

Parlemen Pakistan memiliki 342 kursi, dan mengingat Partai Tahreek-e Insaf gagal meraih suara mayoritas, maka partai pemenang pemilu ini harus berkoalisi dengan partai lain untuk membentuk pemerintahan. Dalam hal ini Partai Tahreek-e Insaf disebut-sebut telah mencapai kesepakatan dengan Gerakan Muttahida Qaumi untuk membentuk koalisi.

 

Berdasarkan konstitusi Pakistan, ketika sebuah partai tidak mampu meraih suara mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan non koalisi, maka seluruh partai juga diberi kesempatan untuk membentuk koalisi dan menunjuk kandidat mereka untuk menjabat perdana menteri.

Imran Khan, Ketua Partai Tahreek-e Insaf Pakistan

 

Oleh karena itu, sepertinya Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) juga ingin memanfaatkan peluang ini dan bersaing dengan Partai Tahreek-e Insaf untuk menduduki kursi perdana menteri. Sementara itu, sepertinya peran Partai Rakyat Pakistan yang meraih 43 kursi di pemilu terbaru dan kandidat independen dengan 12 kursi, akan menjadi pihak penentu.

 

Meski Partai Rakyat Pakistan tidak mengumumkan sikapnya untuk membentuk kerja sama dengan Tahreek-e Insaf atau bergabung dengan Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) untuk membentuk kubu oposisi di parlemen, namun sepertinya partai PML-N optimis mampu menarik Partai Rakyat dan kandidat independen serta bersaing dengan Imran Khan untuk merebut posisi perdana menteri. Kondisi ini bergantung pada barisan politik dan pembentukan kubu pro dan kontra di parlemen Pakistan.

 

Jeffrey Gotlman, pakar politik di New York Times mengatakan, meski Partai Tahreek-e Insaf gagal meraih suara mayoritas di parlemen, namun memiliki peluang paling besar untuk membentuk pemerintahan koalisi. Dan sepertinya mengingat atmosfer masyarakat, partai-partai lain pun akan mendukung partai pemenang pemilu kali ini.

 

Menurut perspektif elit politik Pakistan, ada dua faktor yang dapat menjegal kemenangan Shehbaz Sharif di persaingan dengan Imran Khan untuk menduduki posisi perdana menteri. Faktor pertama adalah opini publik dengan memberi suara mereka kepada Partai Tahreek-e Insaf adalah tuntutan perubahan di struktur politik Pakistan dan kedua adalah militer negara ini dalam prakteknya tidak menunjukkan keinginannya agar keluarga Sharif kembali berkuasa, dan bisa jadi jika Shehbaz Sharif menang di bursa perdana menteri, negara ini kembali akan menghadapi krisis.

 

Zeshan Afzal, pakar ekonomi Pakistan mengatakan, "Pemerintah mendatang Pakistan membutuhkan program komprehensif untuk mengembangkan ekonomi, oleh karena itu, laju ekonomi Pakistan bergantung pada kerja sama dan dukungan seluruh sektor, khususnya partai oposisi di parlemen sehingga mampu berusaha menyelesaikan kendala yang mendera Pakistan."

 

Bagaimana pun juga menurut pandangan pengamat politik meski di konstelasi politik Pakistan peluang Shehbaz Sharif untuk merebut posisi perdana menteri sangat lemah, namun upayanya untuk membentuk koalisi dengan kubu oposisi khususnya Partai Rakyat Pakistan, akan mampu berujung pada pembentukan kubu oposisi kuat di parlemen, di mana pemerintah mendatang Pakistan pimpinan Partai Tahreek-e Insaf akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan programnya yang mereka janjikan selama masa kampanye. (MF)