Erdogan: Jika AS Terus Lancang, Turki Cari Sekutu Baru
-
Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki memperingatkan pemerintah Amerika Serikat, jika kelancangan Gedung Putih terhadap Turki terus berlanjut, maka Ankara akan mencari sekutu baru.
Surat kabar New York Times (9/8) melaporkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam artikelnya yang dimuat New York Times berjudul "Bagaimana Turki Memandang Krisis dengan Amerika ?" menegaskan bahwa langkah sepihak Washington terhadap Ankara hanya akan merugikan kepentingan dan keamanan nasional Amerika.
Menyinggung ketidakpedulian Amerika dan kekhawatiran rakyat Turki serta penghormatan terhadap mereka, Erdogan menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, tidak adanya pemahamanan soal partisipasi dua negara oleh Amerika, membahayakan hubungan Washington-Ankara.
Erdogan juga mengaku tidak puas dan memprotes reaksi Amerika terkait kasus Fethullah Gulen yang dituduh Ankara sebagai dalang kudeta militer 15 Juli 2016 di Turki.
Menurut keterangan Presiden Turki, rakyat negara ini berharap Amerika mengecam kudeta tersebut dan bekerjasama dengan pemerintah Ankara, namun hal ini tidak dilakukan.
Selain itu, meski kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman, namun upaya Turki untuk membawa pulang Gulen tidak pernah berhasil.
Erdogan menegaskan, jika Washington mengabaikan tuntutan-tuntutan Ankara, maka Turki akan melakukan sejumlah langkah yang diperlukan.
Amerika, katanya, harus menyingkirkan pemikiran kelirunya yang bisa merusak hubungan kedua negara. (HS)