Upaya Amerika Serikat Menyelamatkan Arab Saudi dari Kebuntuan di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i63681-upaya_amerika_serikat_menyelamatkan_arab_saudi_dari_kebuntuan_di_yaman
Setelah Washington meningkatkan tekanannya terhadap Arab Saudi terkait petualangan Riyadh dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyerukan gencatan senjata perang Yaman.
(last modified 2026-07-25T18:40:19+00:00 )
Nov 01, 2018 09:00 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo
    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

Setelah Washington meningkatkan tekanannya terhadap Arab Saudi terkait petualangan Riyadh dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyerukan gencatan senjata perang Yaman.

Pompeo menyinggung bahwa koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi harus mengakhiri serangan udara di daerah-daerah padat penduduk Yaman dan pada saat yang sama pasukan Houthi (Ansarullah) harus menghentikan serangan rudal dan drone, lalu menyerukan dimulainya perundingan dari bulan depan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis, pada saat yang sama ketika meminta diakhirinya perang Yaman, mengatakan bahwa dalam 30 hari ke depan pihak-pihak Yaman harus memulai negosiasi untuk perdamaian.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis

Pernyataan-pernyataan otoritas Amerika dan seruan mereka untuk mengakhiri perang ketika ternyata perang Yaman dimulai dengan lampu hijau Washington ke Arab Saudi dan sekutu-sekutunya. Amerika Serikat selama 44 bulan dari dimulainya perang Yaman justru membantu koalisi Arab dengan menjual senjata, memberi bahan bakar kepada jet-jet tempur agresor dan menyediakan pelatihan militer bagi para agresor untuk menyerang negara miskin Yaman.

Bernie Sanders, Senator Amerika Serikat dari negara bagian Vermont mengatakan, Amerika Serikat terlibat serius dalam perang ini. Kami menyediakan berbagai bom yang digunakan koalisi yang dipimpin Saudi. Kami akan membantu mengisi bahan bakar pesawat-pesawat mereka yang kemudian mengebom warga sipil serta memberikan informasi intelijen kepada mereka.

Namun, koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi telah gagal mencapai tujuannya dan perlawanan pasukan Yaman terus berlanjut.

Berlanjutnya perang Yaman dan kondisi krisis yang terjadi di negara ini, khususnya pembantaian warga sipil dan anak-anak, telah lama menjadi subyek tekanan terhadap pemerintah Trump oleh opini publik dunia dan bahkan oleh beberapa anggota Kongres dan media AS untuk mengurangi dukungannya terhadap Arab Saudi dan sekutunya dan memaksa Riyadh dan sekutunya mengakhiri perang Yaman. Sekarang, dengan pembunuhan Jamal Khashoggi dan pengakuan Saudi akan terlibatnya pihak berwenang membunuh jurnalis Saudi ini, tekanan terhadap Washington semakin meningkat atas sekutu Saudi-nya.

Dalam hal ini, pernyataan kebencian masyarakat internasional akan tindakan Al Saud, khususnya setelah pembunuhan Khashoggi telah mendorong pihak berwenang Washington untuk mencoba menekan Arab Saudi mengakhiri perang Yaman dengan mengadakan perundingan perdamaian. Meskipun Arab Saudi mungkin menolak berada dalam perundingan untuk mengakhiri perang Yaman, sebagaimana pembicaraan politik untuk menyelesaikan krisis Yaman, sejauh ini berkalipkali gagal dikarenakan sikap non-kooperatif Arab Saudi dan sekutunya.

Sekaitan dengan hal ini, Dayfallah al-Shami, anggota biro politik gerakan Ansarullah mengatakan, untuk menghentikan serangan Saudi di Yaman, langkah-langkah praktis dan upaya nyata harus dilakukan.

Dayfallah al-Shami, anggota biro politik gerakan Ansarullah

Namun Ansarullah telah lama mengumumkan bahwa mereka siap untuk mengambil bagian dalam perundingan perdamaian yang sebenarnya di Yaman dan telah menyiapkan rencana dalam hal ini. Mereka juga memperingatkan setiap rencana Amerika untuk mengejar tujuan pemisahan negara ini dan menciptakan daerah otonom di Yaman dan menolak rencana tersebut.

Dalam konteks ini, tampaknya mengadakan perundingan perdamaian dengan melindungi hak-hak rakyat Yaman dapat mengakhiri bencana kemanusiaan saat ini di Yaman.