Dinamika Asia Tenggara, 5 Januari 2019
-
Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim
Dinamika Asia tenggara pekan ini akan menelisik sejumlah isu di antaranya: keikutsertaan KPK dalam Debat pilpres pertama, dan pernyataan Mahathir yang akan menyerahkan jabatan sebelum berakhir kepada Anwar Ibrahim sesuai kesepakatan politik sebelumnya.
Selain itu, Pertemuan antara menlu Malaysia dan Singapura mengenai isu perbatasan, pernyataan PBB bahwa sampai saat ini Muslim Rohingya terus diusir dari Myanmar, badai terjang wilayah selatan Thailand dan Puluhan orang Tewas akibat Banjir dan Longsor di Filipina.

KPK akan Terlibat dalam Debat Pilpres Pertama
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia memutuskan untuk ikut serta dalam debat pilpres 2019. Lembaga tersebut akan berperan memberikan saran hingga penyusunan materi debat pertama terkait isu korupsi.
"Setelah dipertimbangkan, dalam upaya pencegahan korupsi dan korupsi menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk pasangan calon presiden, maka KPK memutuskan terlibat dalam debat Pilpres," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Desember 2019 seperti dilansir media Tempo.
Febri menegaskan keterlibatan KPK hanya sebatas substansi, yaitu dengan ikut dalam pertemuan pakar atau panelis dalam pembahasan debat itu. Perwakilan KPK nantinya akan memberikan poin-poin krusial terkait isu korupsi.
KPK akan ikut terlibat dalam penyusunan materi debat yang akan digelar pada 17 Januari 2019 dengan tema tentang hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme.
Febri menyebutkan hingga saat ini KPK masih mempertimbangkan untuk hadir atau tidak sebagai panelis dalam debat nantinya. Menurut dia, KPK harus melihat aspek risiko independensi lembaga antirasuah tersebut jika hadir dalam debat, ditambah juga KPK merupakan instansi penegak hukum.
Sebelumnya KPU meminta salah satu pimpinan KPK menjadi panelis debat pertama Pilpres 2019 tanggal 17 Januari 2019. KPU pun telah mengirim surat ke KPK untuk meminta nama salah satu pimpinan lembaga antikorupsi itu yang akan dijadikan panelis.
Tepati Janji Politik, Mahathir akan Serahkan Jabatan PM kepada Anwar
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad menyatakan akan tetap menyerahkan jabatannya saat ini kepada Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim sesuai kesepakatan mereka sebelum pemilu Mei lalu.
Statemen ini disampaikan Mahathir menyikpi pihak yang memintanya tetap melanjutkan kepemimpinannya sampai akhir masa jabatan.
"Saya menyadari desakan agar perdana menteri tua ini tetap menjabat untuk waktu yang lama," ujar Mahathir dilansir Strait Times hari Senin (31/12)
"Tetapi kita hanya bisa memenangkan pemilu kemarin dengan partai koalisi kita (Pakatan Harapan), dan untuk memiliki koalisi partai ini, salah satu syaratnya adalah bahwa perdana menteri, mantan musuh mereka, hanya dapat menjadi PM sementara waktu," tegasnya.
Statemen Mahathir tersebut menjawab spekulasi selama ini terkait apakah dirinya akan menepati janjinya kampanye atau tidak.
Bahas Isu Perbatasan, Menlu Malaysia-Singapura akan Bertemu
Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat untuk berunding membahas sengketa perbatasan yang mencuat belum lama ini.
CNN melaporkan, Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah dan sejawatnya dari Singapura akan menggelar pertemuan pada Selasa (8/1) pekan depan untuk membahas sengketa ruang udara dan perairan yang sempat memanas pada akhir 2018.
Dilaporkan, pertemuan itu akan digelar di Singapura. Negara ini telah mengutus dua menteri untuk mengirim pesan dari Perdana Menteri Lee Hsien Long kepada PM Malaysia, Mahathir Mohamad.
"Wakil PM sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, dan Menteri Keuangan Heng Swee Keat sudah bertandang ke Putrajaya, Malaysia pada 31 Desember 2018 untuk menyampaikan pesan kepada PM Mahathir Mohamad," kata juru bicara Kemenlu Singapura dilansir CNN.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menekankan penyelesaian sengketa perbatasan negara ini dengan Singapura.
Mahathir menilai sengketa perbatasan maritim di pelabuhan Johor harus diselesaikan melalui dialog, dan tidak akan menyulut konfrontasi fisik.
Singapura berencana mengajukan masalah sengketa wilayah itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka mendasarkan gugatan itu dengan Pasal 298 Konvensi Hukum Laut PBB yang disahkan pada 1982.
PBB: Sampai Kini Muslim Rohingya Terus Diusir dari Myanmar
Deputi juru bicara Sekjen PBB mengabarkan berlanjutnya eksodus warga Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar akibat serangan militer negara itu.
Deputi Jubir Sekjen PBB, Farhan Haq mengatakan, pasca serangan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya di Rakhine dan meningkatnya eskalasi pertempuran di wilayah ini, sekitar 2.500 warga Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri dari Rakhine.
Farhan Haq menambahkan, serangan dan pertempuran itu kembali pecah sejak bulan lalu.
Menurutnya, sekelompok utusan PBB sudah dikirim ke Rakhine untuk menyelidiki kondisi yang terjadi sehingga bisa mengevaluasi kebutuhan warga dari dekat.
Badai Terjang Wilayah Selatan Thailand
Badai menghantam sebagian wilayah selatan Thailand yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material.
Seorang warga Thailand tewas akibat badai tropis yang menerjang negara ini pada Jumat (4/1).
CNN melaporkan, pejabat mitigasi bencana Thailand mengatakan korban tewas adalah awak dari salah satu kapal penangkap ikan yang terbalik di tengah ombak dan angin kencang di dekat pantai provinsi Pattani.
Dilaporkan, satu orang lain masih dinyatakan hilang, tapi empat lainnya dipastikan selamat.
Sebelumnya, otoritas bencana Thailand sudah memperingatkan akan adanya hujan deras dan angin kencang di 15 provinsi di wilayah selatan Thailand.
Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand melaporkan evakuasi sudah dilakukan kepada 6.176 orang yang bermukim di sekitar lokasi badai, termasuk Nakhon Si Thammarat, Provinsi Pattani, Songkhla dan Yala.
Puluhan orang Tewas akibat Banjir dan Longsor di Filipina
Longsor dan banjir di Filipina yang dipicu angin tropis pada akhir pekan lalu menyebabkan setidaknya 85 orang tewas.
CNN melaporkan, Direktur eksekutif badan bencana nasional Filipina, Ricardo Jalad, mengatakan bahwa kebanyakan korban tewas adalah anak-anak yang terperangkap ketika rumahnya tertimbun longsor.
Ia juga melaporkan hingga saat ini pihaknya masih melacak keberadaan 20 orang yang dilaporkan hilang di daerah terpencil.
Angin tropis Usman itu menerjang Filipina pada akhir pekan lalu, membawa hujan lebat yang memicu longsor dan banjir di daerah Bicol dan timur Visayas. Bicol menjadi daerah yang terkena dampak bencana paling parah dengan 68 orang tewas akibat hujan deras dan longsor. Kerugian yang diderita Bicol karena kerusakan lahan pertaniannya diperkirakan mencapai 342 juta peso.(PH)