Amerika Tinjauan dari Dalam, 19 Mei 2019
https://parstoday.ir/id/news/world-i70281-amerika_tinjauan_dari_dalam_19_mei_2019
Perkembangan yang terjadi di AS selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu penting di antaranya prakarsa Trump mengenai imigran yang memicu kecaman dari berbagai kalangan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 18, 2019 16:33 Asia/Jakarta
  • Kemala Harris
    Kemala Harris

Perkembangan yang terjadi di AS selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu penting di antaranya prakarsa Trump mengenai imigran yang memicu kecaman dari berbagai kalangan.

Isu lainnya mengenai laporan Washington Post bahwa Trump ingin berunding dengan Iran, pernyataan senator AS bahwa perang dengan Iran sebagai tindakan bodoh dan berbahaya,  jet tempur AS jatuh di California dan posisi Cina sebagai pemberi utang terbesar AS.

 

Presiden AS, Donald Trump

Kandidat Presiden partai Demokrat AS Kecam Trump

Kandidat presiden dari partai Demokrat, Kamala Harris, Kamis menyebut proposal imigrasi Trump sebagai langkah picik dan tidak memperhatikan keluarga para imigran.

Harris berbicara di hadapan masyarakat Asia dan Pasifik di Nevada, mengatakan, rencana presiden mengabaikan fakta bahwa banyak imigran dari negara Asia cenderung bermigrasi sebagai keluarga.

Senator dari California yang ayahnya berasal Jamaica dan ibunya India, juga berbicara tentang asal-usulnya dari Asia Selatan, serta pentingnya menjadi panutan untuk masyarakat kulit berwarna.

Harris menegaskan dirinya sebagai orang asal Asia Selatan pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS, dan rintangan yang berhasil diterobosnya membantu mengubah pandangan tentang kemampuan orang kulit berwarna.

“Untuk memenangkan pemilihan mendatang sudah tentu merupakan satu ukuran lagi dari kesuksesan kita,” kata Harris di hadapan hadirin Asia yang berkumpul di sebuah restoran Vietnam di Las Vegas.

Harris tampil di sana beberapa jam setelah presiden mengumumkan sebuah rencana imigrasi yang memfokuskan pada keamanan perbatasan, serta memprioritaskan imigran dengan ketrampilan tinggi dan berpendidikan serta mengabaikan imigran dengan keluarga yang sudah ada di Amerika.

Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan rancangan aturan imigrasi hari Kamis (16/5) yang bertujuan untuk mengalihkan proses persetujuan imigrasi dari kebijakan yang dilakukan selama ini yang memprioritaskan hubungan keluarga dan kebutuhan kemanusiaan.

Usulan Trump itu akan mempertahankan jumlah kartu hijau atau izin tinggal permanen yang dikeluarkan sekitar 1,1 juta per tahun, tetapi akan mengubah fokus pengalokasiannya, dengan memprioritaskan individu yang sangat terampil dan berpendidikan dengan prospek pekerjaan atau investasi daripada ikatan keluarga dengan warga Amerika atau kebutuhan kemanusiaan.

Saat ini, 12 persen imigran diberi izin untuk datang ke Amerika berdasarkan keterampilan mereka, dan 66 persen karena hubungan mereka dengan keluarga yang sudah berada di Amerika secara legal.

Menurut rancangan yang diusulkan itu, 57 persen visa imigran akan diberikan kepada individu-individu yang berketerampilan atau bisa menawarkan peluang lapangan pekerjaan, dan hanya 33 persen untuk orang-orang yang memiliki ikatan keluarga. Visa yang diberikan berdasarkan kebutuhan kemanusiaan akan berkurang dari 22 persen menjadi 10 persen.

 

Washington Post: Trump Ingin Berunding dengan Iran

Koran terkemuka AS menulis bahwa presiden Amerika Serikat, Donald Trump menginginkan perundingan langsung dengan para pejabat tinggi Iran.

The Washington Post mengutip statemen sejumlah pejabat AS melaporkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kecewa dengan para penasihat seniornya yang menempatkan Washington berhadap-hadapan dengan Tehran, dan ia ingin menjalin  pembicaraan langsung dengan Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui pembicaraan antara Trump dengan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Presiden AS marah menyikapi  skenario perang yang meningkat selama sepekan terakhir.

The Washington Post menulis, pejabat yang tidak bersedia dipublikasikan namanya mengatakan bahwa Bolton memiliki sikap berbeda dengan Trump dalam masalah terbaru mengenai Iran, karena presiden AS ingin berdialog langsung dengan Iran.

Sejumlah pejabat pertahanan AS menilai pendekatan Bolton akan memicu masalah besar bagi AS.

Sebelumnya, majalah The National Interest mengutip dua sumber terkenal AS melaporkan, ambisi politik John Bolton melawan Iran, Venezuela dan Korea Utara mungkin akan menempatkannya dalam deretan pejabat Gedung Putih yang akan diberhentikan oleh Trump.

 

Tim Kaine

Senator AS: Perang dengan Iran, Tindakan Bodoh dan Berbahaya !

Seorang senator Amerika menilai upaya untuk menyeret AS berperang dengan Iran sebagai tindakan bodoh dan berbahaya.

"Penarikan dari Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir JCPOA, peningkatan sanksi dan penjelasan berlebihan tentang penempatan kapal perang USS Abraham Lincoln di Teluk Persia, dan ditinggalkannya diplomasi, akan menyeret Washington dalam  bahaya perang," ujar senator partai demokrat, Tim Kaine.

Tim Kaine  dalam wawancara dengan saluran televisi CNN juga mengatakan, keluarnya AS dari JCPOA menimbulkan citra negatif di arena internasional bahwa perjanjian yang ditandatangani oleh Amerika Serikat, nanti akan dirobek sendiri.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton baru-baru ini mengancam Iran dengan opsi agresi militer dan mengirim kapal induk USS Lincoln ke kawasan Teluk Persia.

Tetapi kemudian, ia mengeluarkan statemen lain dengan mengatakan, "Kami memperingatkan Tehran, tetapi tidak ingin berperang,".

Sepak terjang haus perang Gedung Putih memicu reaksi negatif dari para pejabat AS serta pemerintah Eropa.

Pejabat Republik Islam Iran juga menyampaikan reaksi kerasnya terhadap ancaman militer AS, dengan mengatakan Tehran akan membalas setiap serangan musuh dengan balasan setimpal.

 

F-16

Jet Tempur Jatuh di California

Seorang pilot militer Amerika, yang sedang dalam misi pelatihan rutin, terlontar dengan aman dari jet tempur F-16 sebelum pesawat itu jatuh di California Selatan.

Para pejabat militer menyatakan tidak seorang pun luka parah pada Kamis sore, sewaktu jet itu jatuh menimpa gudang di dekat March Air Reserve Base di Kabupaten Riverside, 105 kilometer sebelah timur Los Angeles.

Kepala Dinas Kebakaran di March Air Reserve Base, Timothy Holliday mengatakan, pilot tersebut mengalami masalah hidraulis dan mulai kehilangan kendali atas pesawat tersebut.

Seorang saksi mata mengatakan ia melihat “seseorang terlontar di atas gudang lalu pesawat itu jatuh ke atap salah satu bangunan dan menerobos ke sisi lain bangunan itu.”

Pangkalan March adalah markas besar Angkatan Udara Ke-empat Komando Pasukan Cadangan Angkatan Udara dan berbagai unit Pasukan Cadangan Angkatan Darat, Cadangan Angkatan Laut, Cadangan Korps Marinir, Garda Nasional Angkatan Udara California dan Garda Nasional Angkatan Darat California.

 

Perang dagang AS dan Cina

Cina Pemberi Utang Terbesar AS

Media Cina menyebut negaranya sebagai pemberi utang terbesar Amerika Serikat.

Situs berita Cina, QQ News, Jumat (17/5) menulis, data terbaru menunjukkan nilai surat obligasi yang dipegang Cina mencapai 1.121 miliar dolar, dengan demikian Amerika adalah negara debitur terbesar, sementara Cina menjadi negara kreditor terbesar Amerika.

Data terbaru juga menunjukkan bulan Februari 2019 aset Jepang dalam bentuk dolar mencapai 1.072 miliar, pada bulan Maret angka ini mengalami sedikit perubahan bertambah menjadi 1.078 miliar dolar.

Oleh karena itu Cina dan Jepang memegang sepertiga dari total surat obligasi Amerika, dan kedua negara saat ini tengah terlibat perang dagang dengan Amerika.

Oleh karena itu, jika hubungan dagang Cina dan Amerika terus memburuk lebih dari yang ada sekarang, mungkin saja Beijing akan menggunakan utang Amerika ini sebagai senjata untuk menekan negara itu.(PH)