Amerika Tinjauan dari Dalam (6 Juli 2019)
https://parstoday.ir/id/news/world-i71620-amerika_tinjauan_dari_dalam_(6_juli_2019)
Sejumlah peristiwa menarik mewarnai perkembangan Amerika Serikat selama sepekan terakhir, penekanan nyata Trump untuk menumbangkan pemerintahan Venezuela.
(last modified 2026-04-28T10:20:05+00:00 )
Jul 06, 2019 10:35 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Sejumlah peristiwa menarik mewarnai perkembangan Amerika Serikat selama sepekan terakhir, penekanan nyata Trump untuk menumbangkan pemerintahan Venezuela.

Selain itu, penentangan AS dengan hak pengayaan uranium Iran, ancaman Trump untuk memecat gubernur Bank Sentral dan penegasan presiden AS untuk meningkatkan arsenal nuklir negara ini.

 

Trump Nyata-nyata Ingin Tumbangkan Pemerintahan Venezuela

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa meski perubahan pemerintah di Venezuela membutuhkan waktu, namun Washington memiliki lima strategi untuk kasus ini.

Maduro dan Juan Guaido

Trump Sabtu (29 Juni 2019) di sela-sela KTT G-20 di Jepang terkait Venezuela kepada wartawan mengatakan, "Kami memiliki banyak strategi. Saya memiliki lima strategi dan setiap saat saya dapat mengubahnya. Meski demikian kami memiliki pandangan bahwa harus ada pengiriman bantuan kemanusiaan lebih besar kepada Venezuela dan kami mendukungnya."

 

Lebih lanjut Trump saat menjawab pertanyaan potensi perubahan pemerintahan Venezuela mengatakan, "Jika kami terpaksa melakukan hal ini, kami memiliki banyak hal di kantong kami. Kami memiliki banyak opsi...kami ingin menyaksikan apa yang bakal terjadi."

 

Venezuela dilanda krisis politik sejak 23 Januari 2019 ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mengumumkan diri sebagai presiden. Amerika dan sekutunya langsung menyatakan dukungannya kepada Guaido dan meminta Nicolas Maduro, presiden sah negara ini untuk mengundurkan diri.

 

Selama beberapa bulan terakhir memberikan tekanan politik dan ekonomi cukup keras kepada pemerintah legal Caracas untuk memaksa Maduro mengundurkan diri. Langkah Amerika ini sebagai bentuk dukungan terhadap Juan Guaido. Namun demikian Washington mengalami kekalahan telak.

 

Kini Amerika meninkatkan represi total terhadap Venezuela dan menjatuhkan beragam sanksi kepada Caracas. Tak hanya itu, Amerika juga mensabotase perundingan untuk menyelesaikan krisis Venezuela secara politik. Di sisi lain, penentangan internasional atas pendekatan intervensif pemerintah Donald Trump terhadap Venezuela senantiasa muncul. Deputi menlu Rusia, Sergei Ryabkov menyatakan, Moskow menekankan pentingnya dialog tanpa syarat di Venezuela untuk saat ini dan ada potensi dialog di Caracas.

 

Gedung Putih Respon Peningkatan Pengayaan Uranium Iran

 

Gedung Putih menilai langkah Republik Islam Iran meningkatkan volume cadangan uranium yang diperkaya dalam koridor kesepakatan nuklir JCPOA sebagai titik lemah kesepakatan ini.

(Arsip) pengayaan uranium Iran

"Ini sebuah cacat kesepakatan nuklir yang memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium," klaim Gedung Putih Senin malam (01/07) seperti dilaporkan IRNA.

Program nuklir sipil Iran (Arsip)

 

Dalam sebuah statemen aneh, Gedung Putih menyebut Iran melanggar JCPOA bahkan sebelum kesepakatan ini ditandatangani.

 

Statemen ini tanpa mengisyaratkan langkah ilegal Amerika keluar dari JCPOA dan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB menambahkan, "Kita harus mengembalikan standar Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak mengijinkan Iran melakukan pengayaan uranium."

 

"Amerika dan sekutunya akan terus melanjutkan represi maksimum terhadap Republik Islam Iran," papar Gedung Putih.

 

Sementara itu, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi Senin (01/07) menyatakan, cadangan uranium yang diperkaya Iran telah melampaui 300 kg.

 

Langkah Iran ini selaras dengan butir 36 kesepakatan nuklir JCPOA sesuai dengan tenggat waktu 60 hari yang diberikan Tehran kepada anggota tersisa kesepakatan nuklir untuk menjalankan komitmennya khususnya di sektor perbankan dan minyak.

 

Trump Ancam Pecat Gubernur The Fed

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya mampu memecat Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve Jerome Powell. Saat ini serangan Trump terhadap Jerome Powell semakin gencar di banding sebelumnya. Sepertinya ia mendapat tekanan keras dari Trump untuk menurunkan suku bunga.

Trump dan Jerome Powell

Trump telah berulang kali menyerang Powell karena menaikkan suku bunga. Hal itu menurutnya, mengabaikan arah kebijakan ekonomi dan perdagangan AS, apalagi di tengah perang dagang dengan China.

 

Sementara itu sebuah laporan mengungkapkan, bagian hukum Gedung Putih awal tahun ini menelaah dasar hukum untuk dapat memberhentikan Jerome Powell dari jabatannya sebagai Ketua The Fed.

 

Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post akhir tahun lalu, Trump bahkan menyatakan “Sejauh ini, saya bahkan tidak sedikit pun merasa senang dengan pilihan saya terhadap Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed.”

 

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve, Jerome Powell, bergeming menanggapi kabar soal Presiden Donald Trump yang berkeinginan mencopotnya.

 

Powell menyatakan akan menjalani masa jabatannya sebagai Gubernur Federal Reserve, secara penuh selama empat tahun. "Saya pikir undang-undang itu jelas bahwa saya memiliki masa jabatan empat tahun, dan saya berniat menjalaninya secara penuh," kata Powell.

 

Trump Menekankan Peningkatan Arsenal Nuklir AS

 

Salah satu kebijakan utama Donald Trump, Presiden Amerika Serikat di bidang militer adalah memperkuat kemampuan nuklirnya. Di bawah kendali Trump, pemerintah Amerika Serikat mengalokasikan anggaran besar yang dikhususkan untuk memodernisasi persenjataan nuklir.

Senjata nuklir AS (Dokumen)

Donald Trump, dalam sikap terakhirnya pada hari Minggu, 30 Juni, mengatakan negaranya berusaha untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya dan membangun senjata baru. Presiden Amerika Serikat di hadapan pasukan AS di pangkalan udara Osan dekat Seoul, ibukota Korea Selatan mengatakan, "Kami sedang membangun kembali dan menyempurnakan, dan dalam beberapa kasus tengah berusaha mendapatkan senjata baru. Kami tidak pernah ingin menggunakannya, tetapi kami memiliki yang terbaik dan terbanyak di dunia."

 

Dalam pernyataan yang bertentangan, Trump awalnya mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan senjata nuklirnya, tetapi kemudian bersikeras bahwa militernya harus memiliki kekuatan yang mematikan dan berharap bahwa itu tidak akan digunakan.

 

Diperkirakan bahwa Amerika Serikat memiliki sekitar 3.800 hulu ledak nuklir, di mana 1.750 hulu ledak nuklir dipasang pada rudal balistik dan rudal portabel dengan pembom strategis, dan 2.050 hulu ledak lainnya disimpan sebagai cadangan. Amerika Serikat juga memiliki 150 bom nuklir B61 di pangkalan militernya di Belgia, Italia, Jerman, Turki dan Belanda.

 

Pemerintah Trump secara transparan berusaha mengembangkan dan memperkuat persenjataan nuklir AS. Dari sudut pandang Washington, rehabilitasi dan peremajaan senjata nuklir adalah sangat penting sebagai alat ancaman dan penerapan kekuatan pencegahan. Trump menunjuk pada pengurangan kekuatan AS dalam memproduksi senjata nuklir, dan kondisi ini akan segera berubah. Itu berarti ada upaya serius AS untuk meningkatkan dan memperbarui persenjataan nuklir AS, termasuk uji coba nuklir baru.