Anggota DPR AS Akui Friksi di Gedung Putih terkait Iran
-
Adam Schiff
Kepala Komisi Intelijen DPR Amerika Serikat mengatakan, "Ada friksi tajam antara antara Trump, Pompeo, Dewan Keamanan Nasional dan staf Deplu AS terkait Iran."
IRNA melaporkan, Adam Schiff Sabtu (20/07) di pertemuan keamanan ASPEN mengungkapkan, "Saya tidak berpikir mayoritas Iran dan presiden Amerika menghendaki perang."
Saat menjawab pertanyaan apakah represi maksimum akan memaksa Iran bersedia ke meja perundingan, Schiff menambahkan, "Menurut teori, segala sesuatu mungkin terjadi, namun menurut Saya sanksi yang diterapkan oleh petinggi Amerika telah menarget warga sipil."
Anggota DPR AS dan penentang kebijakan Donald Trump ini menjelaskan, "Kami perlu menemukan solusi diplomatik untuk meredam tensi, namun masalahnya adalah mengapa kita keluar dari kesepakatan nuklir, padahal Iran melaksanakannya. Kini pertanyaannya adalah jika pemerintah AS meraih sebuah kesepakatan baru dengan iran, apa jaminannya jika pemerintahan selanjutnya tidak membatalkan perjanjian tersebut."
Menurut Adam Schiff, belum pernah terjadi friksi antara presiden, penasehat keamanan nasional Gedung Putih dan Deplu AS terkait Iran.
Setelah keluar dari JCPOA, Amerika sejak 8 Mei 2018 menerapkan langkah-langkah permusuhan terhadap Iran termasuk menjatuhkan sanksi terhadap Tehran.
Petinggai Republik Islam Iran senantiasa menekankan akan menunjukkan respon tegas atas setiap aksi-aksi haus perang Amerika. (MF)