Janji Eropa Pertahankan JCPOA dan Jaga Keamanan Teluk Persia
https://parstoday.ir/id/news/world-i73360-janji_eropa_pertahankan_jcpoa_dan_jaga_keamanan_teluk_persia
Negara-negara Uni Eropa yang tergabung dalam kelompok 4+1 berulangkali menekankan urgensi mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA, dan sekarang dengan memperhatikan manuver Amerika Serikat menyulut ketegangan di Teluk Persia, juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas serta keamanan di kawasan geostrategi ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 31, 2019 16:36 Asia/Jakarta
  • Federica Mogherini
    Federica Mogherini

Negara-negara Uni Eropa yang tergabung dalam kelompok 4+1 berulangkali menekankan urgensi mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA, dan sekarang dengan memperhatikan manuver Amerika Serikat menyulut ketegangan di Teluk Persia, juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas serta keamanan di kawasan geostrategi ini.

Pernyataan bersama pertemuan dua hari menteri luar negeri Eropa baru-baru ini menegaskan bahwa seluruh penandatangan kesepakatan nuklir Iran, JCPOA menekankan upaya mempertahankan JCPOA, dan memperkuat keamanan pelayaran laut di Teluk Persia.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan, Eropa selain melanjutkan upaya mempertahankan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, juga menyambut kemajuan seputar JCPOA dalam rangka menjaganya.

Pejabat Eropa lain khususnya Menlu Jerman, Perancis dan Inggris menegaskan dukungan mereka untuk mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA. Ketiga menlu Eropa ini bertemu di Helsinki untuk membahas upaya mempertahankan kesepakatan nuklir Iran.

Menlu Jerman, Heiko Maas, dalam pertemuan itu menuturkan, Brussels akan melanjutkan upayanya untuk menjaga kesepakatan nuklir Iran. Menlu Inggris, Dominic Raab juga mengatakan, negara-negara Eropa sedang berusaha membujuk Iran untuk melanjutkan kesepakatan ini.

Di luar semua retorika para pejabat Eropa, hal terpenting adalah aksi nyata dalam kesepakatan nuklir Iran, yang sampai sekarang belum tampak dilakukan karena berbagai alasan. Masalah ini jelas memicu reaksi Tehran, dan sampai sekarang negara ini sudah dua kali menurunkan tingkat komitmen nuklirnya.

Eropa mengklaim sudah mengambil sejumlah langkah dalam rangka menunjukkan komitmen nuklirnya termasuk mengusulkan mekanisme keuangan khusus, INSTEX yang menurutnya efektif dalam menurunkan dampak negatif sanksi luas dan sepihak Amerika terhadap Iran, pasca keluarnya negara itu dari JCPOA pada Mei 2018.

Mogherini menegaskan, transaksi melalui INSTEX masih belum final, dan menurutnya implementasi mekanisme ini membutuhkan waktu lama. Tidak diragukan masalah ini bertolak belakang dengan janji Uni Eropa kepada Iran, maka dari itu mereka tidak boleh berharap Iran akan tetap menjaga komitmen nuklirnya tanpa memperoleh manfaat.

Iran sudah memperingatkan, jika Eropa masih saja pasif dan tidak melakukan apapun, maka mulai 6 September 2019 pihaknya akan mengambil langkah ketiga penurunan komitmen nuklir.

Masalah lain yang ditegaskan menlu-menlu Eropa adalah urgensi menjaga stabilitas dan keamanan Teluk Persia. Sehubungan dengan hal ini Mogherini menuturkan, pesan asli dan penting Uni Eropa adalah urgensi menurunkan dan menghindari ketegangan serta tetap membuka kanal dialog.

Eropa lupa bahwa kebijakan dan langkah Amerika adalah penyebab utama meningkatnya ketegangan di Teluk Persia. Amerika setelah keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA, menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran yang salah satu isinya menekan ekspor minyak Iran hingga ke level nol.

Sanksi ekonomi luar biasa dan tekanan Washington meningkatkan ketegangan Iran-Amerika, membawa sejumlah dampak, salah satunya perkembangan terbaru di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Amerika juga menambah pasukan di kawasan dan membentuk koalisi maritim internasional yang sampai sekarang hanya diikuti tiga negara, dengan dalih menjaga keamanan pelayaran kapal dagang di Teluk Persia. Kecuali Inggris, negara Eropa lain tidak bersedia bergabung dengan koalisi ini, dan masalah inilah yang membangkitkan kemarahan Amerika terhadap sekutu-sekutunya sendiri di Eropa. (HS)