Menteri Energi AS: Represi terhadap Rusia akan terus Berlanjut
-
Rusia-Amerika
Menteri energi Amerika Serikat Sabtu (31/08) mengkonfirmasi berlanjutnya represi ekonomi dan perdagangan negaranya terhadap Rusia.
"Gedung Putih berpotensi menerapkan sanksi baru terhadap Rusia terkait berbagai isu termasuk jaringan pipa Nord Stream-2 dan Semenanjung Crimea," papar Rick Perry saat diwawancarai wartawan di Warsawa, Polandia seperti dilaporkan Tasnim News.
Jaringan pipa Nord Stream-2 untuk mengirim gas ke Baltik yang dibangun oleh perusahaan Gazprom Rusia menjadi salah satu target sanksi Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov baru-baru ini seraya menekankan bahwa ekonomi Rusia kuat dalam menghadapi sanksi AS menyebut sanksi Washington hanya merusak hubungan kedua negara.
Amerika sejak tahun 2012 menjatuhkan sanksi kepada Rusia dalam koridor undang-undang Magnitsky.
Amerika sejak tahun 2014 juga menerapkan serangkaian sanksi ekonomi dan finansial terhadap Rusia dengan dalih intervensi di konfrontasi timur Ukraina dan membantu kubu oposisi Kiev. Sikap ini menuai respon serupa dari Moskow.
Pemisahan Semenanjung Crimea dari Ukraina dan aneksasi ke Rusia tahun 2014 berdasarkan hasil referendum dan juga klaim intervensi Moskow di pilpres 2016 AS telah meningkatkan tensi di antara kedua negara. (MF)