Moskow Kritik Upaya Sengaja AS untuk Menghancurkan Sistem Keamanan Global
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang kontroversial telah mengambil pendekatan yang melanggar terhadap peraturan, hukum dan perjanjian internasional, dan khususnya dengan penarikan diri dari perjanjian pengawasan senjata yang praktis telah menempatkan sistem keamanan global dalam bahaya serius. Para pesaing internasional AS, terutama Rusia telah mengkritik pendekatan pemerintahan Trump yang tidak konstruktif.
Dalam hal ini, Sergei Naryshkin, Direktur Layanan Intelijen Asing Rusia (SVR), percaya bahwa tindakan tidak bertanggung jawab Amerika Serikat benar-benar akan menghancurkan sistem keamanan kolektif dunia dan memprovokasi kekuatan regional untuk menggunakan pertahanan agresif. Menurut Naryshkin, "Sistem keamanan kolektif di dunia, yang telah ada selama hampir 50 tahun, kini sengaja dirusak parah dan dihancurkan oleh Amerika Serikat."
Dari sudut pandang pejabat keamanan senior Rusia ini, pendekatan Washington didasarkan pada gagasan superioritas dan kekuatan unggulan dan karenanya memungkinkan dirinya untuk bertindak terhadap negara-negara lain. Namun, gambaran Amerika ini tidak didasarkan pada fakta dan pada kenyataannya Amerika sekarang tidak dianggap sebagai negara yang paling kuat di dunia.
Sebagaimana Washington gagal mengimplementasikan rencananya di negara-negara seperti Suriah dan Venezuela dalam beberapa tahun terakhir meskipun ada upaya langsung dan tidak langsung. Sementara itu, tindakan dan sikap Amerika yang tidak bertanggung jawab sebagai kekuatan hegemonik yang periode kekuasaannya telah berakhir telah menyebabkan banyak kekuatan regional bereaksi dan memaksa mereka untuk menggunakan kebijakan pertahanan ofensif.
Naryshkin juga khawatir bahwa penghentian implementasi perjanjian START baru pada 2021 akan memberikan kesempatan AS untuk memulai perlombaan senjata nuklir baru di dunia, sementara ia yakin Washington dan Moskow memiliki tanggung jawab untuk mendukung struktur kesepakatan internasional soal kontrol persenjataan dan harus menjadi panutan di bidang ini.
Pada 13 April 2019, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di pertemuan Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Rusia menekankan bahwa para pendukung perlombaan senjata di Washington akan menang, tetapi Rusia tidak akan memasuki perlombaan senjata.
Ini bukan pertama kalinya, dimana tindakan dan kebijakan pemerintahan Trump telah banyak dikritik oleh para pejabat senior Rusia. Pendekatan unilateralis dan arogan dari Presiden AS Donald Trump di arena internasional telah menyebabkan banyak ketegangan dan kekacauan dalam sistem dunia. Sebagaimana sistem perdagangan dunia sekarang terganggu oleh perang tarif Trump dengan Cina dan para pejabat lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan serius.
Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa pemerintahan Trump melanggar prinsip dan kerangka hukum internasional serta berusaha untuk memaksakan nilai-nilai dan pandangannya terhadap negara dan negara lain di seluruh dunia dengan menggunakan metode seperti ancaman, sanksi dan tekanan. Pada saat yang sama, pendekatan ini merupakan kelanjutan dan intensifikasi upaya pemerintahnya untuk memaksakan kehendaknya di negara lain.
Pendekatan pemerintahan Trump sangat ditentang oleh Rusia dan Cina sebagai kekuatan internasional saingan Amerika. Amerika Serikat sangat menentang peningkatan daya saing kekuatan saingannya, terutama Rusia dan Cina serta penguatan multilateralisme dan berusaha untuk mempertahankan peran hegemoniknya secara internasional dengan memaksakan tuntutannya terhadap negara lain.
Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa AS semakin terisolasi karena tindakan unilateralis dan arogan Trump. Sementara itu, perlawanan global terhadap tindakan destabilisasi pemerintahan Trump di bidang keamanan global muncul secara bertahap.