Amnesty Internasional Tuntut Penyidikan Serangan Saudi ke Dhamar
-
Amnesty Internasional
Amnesty Internasional seraya mengecam serangan berdarah koalisi Arab Saudi ke Yaman, menilai serangan ini sebagai serangan paling berdarah ke Yaman di tahun 2019.
"Serangan udara koalisi Arab Saudi ke sebuah penjara di Provinsi Dhamar menghancurkan total penjara tersebut dan menewaskan puluhan tahanan," tulis statemen Amnesty Internasional Senin (02/09) malam seperti dikutip IRIB.
Lembaga ini menekankan penyidikan atas serangan berdarah tersebut, dan menuntut upaya masyarakat dunia untuk mengakhiri pelanggaran sistematis hukum internasional dalam perang Yaman.
Organisasi HAM ini juga menuntut pelaku kejahatan ini dihukum dan meminta mereka memberi ganti rugi kepada korban.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam laporannya yang dirilis Ahad (01/09) sore menyatakan bahwa serangan udara koalisi Arab ke penjara di Provinsi Dhamar menewaskan 100 orang.
Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman Martin Griffiths menyebut serangan ini destruktif. Ia juga mengungkapkan bahwa korban manusia dalam perang Yaman tidak lagi dapat ditolerir dan konflik ini harus segera dihentikan.
Akibat serangan Arab Saudi dan sejumlah negara Arab ke Yaman, sampai saat ini puluhan ribu warga Yaman meninggal dunia dan kerugian material akibat hancurnya infrastruktur di negara ini diperkirakan mencapai miliaran dolar. (MF)