Perancis Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki
-
Bendera Perancis
Perancis dilaporkan menangguhkan ekspor senjatanya ke Turki sebagai protes atas operasi militer Ankara di utara Suriah.
IRIB melaporkan, Deplu dan Dephan Perancis Sabtu (12/10/2019) malam dalam sebuah statemen bersama mengkonfirmasikan penangguhan ekspor senjata negar aini ke Turki karena operasi Ankara di utara Suriah dan menyatakan, serangan militer Turki ke utara Suriah mengancam keamanan Eropa.
Sebelumnya negara-negara seperti, Finlandia, Norwegia, Belanda dan Jerman juga menghentikan ekspor senjatanya ke Turki sebagai protes atas serangan ke utara Suriah.
Militer Turki sejak hari Rabu (09/10/2019) dengan dalih melawan terorisme dan membersihkan perbatasan Suriah-Turki dari keberadaan separatis Kurdi yang disebut Ankara sebagai teroris, atas instruksi dari Presiden Recep Tayyip Erdogan melancarkan serangan ke utara Suriah.
Fuad Oktay, wakil presiden Turki Rabu sore setelah dimulainya operasi militer ini mengklaim, tujuan Turki adalah memulihkan perdamaian di Suriah.
Operasi militer Turki ini dilancarkan dengan lampu hijau Amerika. Operasi ini menuai kecaman luas di tingkat internasional.
Petinggi Suriah menekankan, bangsa Suriah akan membela integritas wilayah dan kedaulatan nasionalnya.
Sementara itu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyatakan, serangan Turki akan berubah menjadi perang total.
Menurut sejumlah sumber, selama serangan ini hingga kini lebih dari 270 orang tewas.
Militer Turki selama tiga tahun lalu beberapa kali menyerang wilayah Suriah. (MF)