Perancis Ingatkan Iran Hindari Implementasi Langkah Keempat Penurunan Komitmen
-
Agnes von der Muhll, jubir menlu Perancis
Juru bicara Kementeria Luar Negeri Perancis Rabu (16/10/2019) dalam sebuah statemen biasnya menuntut Republik Islam Iran menahan diri untuk tidak melaksanakan penurunan komitmen JCPOAnya yang keempat.
Agnes von der Muhll menilai sangat mengkhawatirkan penurunan komitmen JCPOA Iran dan mengungkapkan Iran tidak boleh melakukan hal ini lagi.
Menlu Perancis, Jean-Yves Le Drian Selasa (15/10/2019) tanpa mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari kesepakatan nuklir dan sikap Eropa yang tidak komitmen terhadap janjinya di JCPOA, meminta Tehran dan Washington di waktu singkat yang tersisa hingga implementasi langkah keempat penurunan komitmen nuklir Iran, untuk segera berunding.
Jerman, Inggris dan Perancis pasca keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018 berjanji menjamin kepentingan ekonomi Iran dan mempertahankan kesepakatan internasional ini. Trioka Eropa ini meski secara verbal dan politik melawan langkah AS, namun hingga kini secara praktis gagal menunaikan janjinya untuk mempertahankan kesepakatan nuklir.
Republik Islam Iran 8 Mei 2019 setelah setahun keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA dan setelah terbukti mekanisme usulan Eropa tidak efektif untuk mengkomensasi dampak ekonomi keluarnya Washington dari kesepakatan nuklir, menyatakan menurunkan sejumlah komitmen JCPOAnya berdasarkan butir 26 dan 36 perjanjian ini.
Iran sampai saat ini telah tiga kali menurunkan komitmennya di kesepakatan nuklir JCPOA.
Iran seraya menekankan berlanjutnya penurunan komitmen JCPOAnya menjelaskan, langkah ini dapat dihentikan ketika mitra JCPOA lainnya melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menunaikan komitmennya.
Berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak komitmen terhadap janjinya, maka Iran berhak untuk menghentikan komitmennya secara penuh atau sebagian. (MF)