IMF: Ekonomi Iran tidak lagi Bergantung pada Minyak
-
IMF
Berdasarkan prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) laju negatif ekonomi Iran di tahun 2020 meski ada sanksi dari Amerika telah berhenti dan ekonomi Iran akan mulai pulih.
Menurut laporan Bloomberg mengutip IMF, mengingat bahwa saat ini industri minyak menempati 20 persen produk bruto Iran, maka dapat dikatakan bahwa ekonomi Iran tidak lagi bergantung pada minyak.
Berdasarkan prediksi IMF, ekspor non migas Iran di tahun ini akan mencapai lebih dari 40 miliar dolar.
Sepertinya melihat dari dekat ekonomi Iran menunjukkan bahwa perbaikan ekonomi di negara telah dimulai dan stabilitas tengah kembali ke harga konsumen, sektor produksi, perdagangan dan pasar valuta Iran.
Indeks paling nyata dari stabilitas ekonomi adalah semakin kuatnya nilai mata uang Rial. Sejak bulan Mei hingga kini, nilai Rial Iran terhadap dolar Amerika naik 40 persen.
Di bagian lain laporan ini menyebutkan, meski ada penurunan pendapatan minyak yang berujung pada turunnya pendapatan valuta asing oleh Iran, serta mempengaruhi pemasukan pemerintah, namun tengah dilakukan sebuah penyesuaian struktural antara anggaran pemerintah dengan eksporn non migas negara.
Saat ini industri minyak mencakup 20 persen produk bruto nasional Iran. Ini artinya Iran bukan lagi negara yang ekonominya bertumpu pada minyak.
Laporan IMF dirilis ketika pemerintah Amerika dalam sebuah langkah terbaru anti Iran (26 Oktober) mengkonfirmasikan pengetatan sanksi minyak Iran. (MF)