Tantangan NATO di Usia ke-70 Tahun
https://parstoday.ir/id/news/world-i76240-tantangan_nato_di_usia_ke_70_tahun
Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merayakan ulang tahun organisasi ini ke-70 di tengah perpecahan dan tantangan besar yang dihadapinya. Hal ini membuat masa depan NATO dalam ketidakpastian.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 04, 2019 12:46 Asia/Jakarta
  • Aksi penolakan terhadap Trump dan NATO di London.
    Aksi penolakan terhadap Trump dan NATO di London.

Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merayakan ulang tahun organisasi ini ke-70 di tengah perpecahan dan tantangan besar yang dihadapinya. Hal ini membuat masa depan NATO dalam ketidakpastian.

Para pemimpin dari 29 negara anggota berkumpul di London untuk merayakan ulang tahun NATO pada 3-4 Desember 2019. Aliansi ini sedang mengalami konflik dan gesekan internal. KTT NATO di London diharapkan menjadi simbol persatuan antara negara-negara anggota, tetapi harapan ini sulit tercapai, karena tiga kekuatan penting NATO – Amerika Serikat, Prancis, dan Turki – sedang terlibat cekcok.

Perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Prancis dengan AS dan Turki adalah karena kebijakan sepihak dua anggota NATO itu dalam masalah pertahanan dan militer. Salah satu contohnya, lampu hijau AS kepada Turki untuk melakukan operasi militer di Suriah Utara tanpa adanya konsultasi dan koordinasi dengan anggota NATO lainnya.

Masalah itu memicu protes keras dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyebut NATO sedang mengalami mati otak. Sikap Macron ini diprotes oleh Turki dan AS serta ditentang oleh Jerman sebagai anggota kunci NATO di Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Macron mengalami mati otak, bukan NATO. Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan NATO sangat penting untuk menjaga keamanan Eropa dan menekankan peran AS di pakta militer ini.

"NATO, organisasi yang dikritik keras oleh Macron, harus dipertahankan lebih dari sebelumnya, dan mempertahankan NATO bahkan lebih bermanfaat bagi kita daripada selama era Perang Dingin," tegasnya.

Presiden Donald Trump dalam konferensi pers di London.

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers bersama dengan sekjen NATO di London, mengecam sikap Macron terhadap NATO.

"Tidak ada yang membutuhkan NATO lebih dari Prancis, dan AS tidak terlalu diuntungkan dengan NATO dan benar-benar membantu Eropa," tegas Trump dalam statemen yang ditujukan kepada presiden Prancis.

Namun, Macron baru-baru ini menegaskan kembali bahwa komentarnya tentang NATO adalah sebuah peringatan yang positif bagi anggota Aliansi dan menandaskan ia tidak akan meminta maaf untuk itu.

Mantan Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen secara terbuka berbicara tentang perpecahan besar di tubuh NATO dan mengakui bahwa perselisihan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Aliansi.

Menurutnya, KTT NATO di London tampaknya tidak akan membuahkan hasil karena pendekatan Trump mengenai prinsip pertahanan kolektif, perseteruan AS dengan Turki, dan perbedaan pandangan terkait anggaran.

Agenda utama pertemuan London adalah membahas pernyataan kontroverial Macron tentang NATO. Trump berusaha memanfaatkan ketegangan antara Prancis dan Turki untuk mengejar kepentingan AS, terlebih ia tidak senang dengan ide Macron mengenai pembangunan pasukan pertahanan Eropa.

Bagaimana pun, tindakan sepihak AS dan Turki di Utara Suriah menunjukkan bahwa NATO secara bertahap telah kehilangan fungsi utamanya yaitu melakukan koordinasi internal dalam masalah pertahanan dan militer serta mengedepankan prinsip pertahanan kolektif. (RM)