Inggris Khawatir Aksi Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina
-
Jonathan Allen
Deputi wakil tetap Inggris di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku khawatir atas langkah terbaru rezim Zionis Israel menghancurkan rumah warga Palestina.
Seperti dilaporkan IRNA, Jonathan Allen dalam pidatonya di sidang Dewan Keamanan PBB seraya mengisyaratkan eskalasi langkah Israel menghancurkan rumah-rumah warga Palestina mengatakan, langkah Israel ini melanggar hukum internasional dan mencegah upaya untuk meraih perdamaian.
"Inggris secara khusus khawatir atas penargetan gedung di Palestina yang digunakan untuk memberi bantuan kemanusiaan warga Palestina," ungkap Jonathan Allen.
Allen seraya mengungkapkan kekhawatiran atas eskalasi serangan militer Israel ke Jalur Gaza dan kondisi kemanusiaan yang parah di daerah ini menjelaskan, Israel sebagai penjajah berkewajiban untuk melindungi warga Palestina.
"Israel harus mencabut pembatasan akses air, listrik dan lalu lalang di Gaza yang sangat mempengaruhi kehidupan warga Palestina," ungkapnya.
Sementara itu, Utusan khusus sekjen PBB untuk proses perdamaian Asia Barat, Nickolay Mladenov di sidang ini menyebut berlanjutnya pembangunan distrik Zionis di bumi pendudukan sangat mengkhawatirkan dan ia menuntut proses ini segera dihentikan.
Mladenov mengatakan, perusakan dan perampasan fasilitas milik warga Palestina di seluruh wilayah Tepi Barat termasuk Quds timur terus berlanjut di mana sejak 6 Desember tercatat delapan unit rumah warga Palestina lainnya dihancurkan Israel atau dirampas yang memaksa 20 orang mengungsi dan terlantar.
Israel baru-baru ini mencanangkan pembangunan lebih dari 2300 unit rumah baru di Tepi Barat. Dengan demikian instruksi pembangunan ilegal rumah tersebut di tahun 2019 mencapai 8.337 unit. (MF)