Menlu Perancis Tuding Iran Ingin Gapai Senjata Nuklir
-
Le Drian
Menteri Luar Negeri Perancis menuding Republik Islam Iran berusaha menggapai senjata atom dengan melanggar Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Seperti dilaporkan Sputnik, Jean-Yves Le Drian Jumat (10/01) sebelum sidang istimewa menlu Uni Eropa terkait JCPOA, kepada wartawan mengklaim, "Jika Iran melanjutkan pelanggarannya terhadap kesepakatan nuklir, maka Tehran berpotensi membuat bom atom satu atau dua tahun kedepan."
Menlu Perancis seraya mengulang klaim palsu terhadap program nuklir sipil Iran mengklaim Tehran melanggar JCPOA.
Republik Islam Iran sejak 8 Mei 2019, setelah setahun pelanggaran janji AS dan tidak komitmennya pihak Eropa dalam menjalankan janjinya di JCPOA, mulai mengurangi komitmen JCPOAnya berdasarkan pasal 26 dan 36 kesepakatan nuklir.
Sejak Ahad (05/01), Iran mengumumkan dimulainya langkah kelima dan finalnya pengurangan komitmen JCPOA negara ini.
Presiden Iran Hassan Rouhani hari Kamis (09/01) di kontak telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengisyaratkan keluarnya AS dari JCPOA dan seraya menekankan implementasi komitmen Eropa di kesepakatan nuklir mengatakan, Tehran masih tetap melanjutkan kerja samanya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). (MF)