Amerika Tinjauan dari Dalam 28 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/world-i78069-amerika_tinjauan_dari_dalam_28_januari_2020
Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai sikap PBB yang mereaksi rencana Washington akan keluar dari kesepakatan nuklir AS-Rusia, New START.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 28, 2020 11:19 Asia/Jakarta
  • Kepingan pesawat AS yang ditembak Taliban
    Kepingan pesawat AS yang ditembak Taliban

Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai sikap PBB yang mereaksi rencana Washington akan keluar dari kesepakatan nuklir AS-Rusia, New START.

Selain itu pernyataan Hillary Clinton mengenai Trump dan kompetisi Pilpres 2020, AS kembali mengeluarkan tudingan tidak berdasar terhadap Iran, Menhan AS menolak berkomentar mengenai penembakan jatuh pesawat militernya oleh Taliban, dan Trump terus tutupi jumlah korban serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak, Ain Al-Assad.

 

Presiden AS, Donald Trump

PBB Reaksi Blunder AS akan Keluar dari New START

Langkah blunder Presiden AS Donald Trump terus-menerus memicu kekhawatiran publik dunia, termasuk PBB. Pasalnya, setelah mengumumkan menarik diri dari Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) pada 2 Agustus 2019 lalu, kini Trump berencana menarik keluar negaranya dari New START.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Perwakilan Tinggi Perlucutan Senjata, Izumi Nakamatsu menyampaikan AS dan Rusia memperpanjang perjanjian pengurangan senjata strategis, traktat New START selama minimal lima tahun ke depan.

Dari sudut pandang seorang pejabat senior PBB masih terlalu dini untuk membahas penandatanganan dokumen baru tentang perlucutan nuklir, mengingat ketidaksepakatan antara Washington dan Moskow, yang menjadi alasan pentingnya  mempertahankan perjanjian yang ada saat ini.

Nakamitsu mengatakan, "Untuk saat ini, kita perlu fokus pada upaya menjaga yang sudah ada, Ini tidak mungkin terjadi dengan Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF), tetapi perjanjian New START masih berlaku dan sedang dilaksanakan. Jadi mari kita coba menjaga fasilitas yang ada saat ini dan perjanjian pengurangan senjata penting ini setidaknya diperpanjang dalam lima tahun ke depan." Menurutnya, saat ini perlu mengkaji kondisi aktual untuk mencapai kesepakatan baru, karena kondisi dunia telah berubah secara drastis.

Perjanjian New START ditandatangani di Praha pada 2010 antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang berakhir pada Februari 2021. Berdasarkan perjanjian itu, jumlah hulu ledak nuklir Rusia dan AS dikurangi menjadi 1550 dan jumlah platform peluncuran dikurangi menjadi 800.

 

Hillary Clinton dan Donald Trump

Hillary Clinton: Kita harus Mengalahkan Trump pada Pilpres 2020

Mantan kandidat presiden AS pada pemilu 2016, Hillary Clinton berjanji akan bekerja untuk mengalahkan Donald Trump pada pilpres November 2020 nanti.

"Saya hanya berpikir kita harus menang. Saya tidak berpikir kita mampu menanggung empat tahun lagi dengan petahana saat ini," katanya dalam wawancara dengan kantor berita AFP, Minggu (26/1/2020).

"Saya pikir itu akan sangat berbahaya bagi demokrasi kita, dan saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk memastikan Demokrat menang kali ini," tegas Hillary.

Dia lebih lanjut mengatakan, "Kami harus lebih baik daripada pihak lain, karena mereka sangat terorganisir dan didanai dengan sangat baik, dan mereka menikmati bantuan asing."

Jadi, tegas Hillary, kami harus menang, tetapi kami harus mengatasi semua rintangan yang diciptakan oleh kubu Republik.

Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton pada pilpres 2016 yang kontroversi, dan dilantik pada 20 Januari 2017 di tengah aksi protes oleh kubu penentangnya. Sedikitnya 100 demonstran ditangkap pada upacara pelantikan Trump di Washington.

 

Gedung Putih

AS kembali Ulangi Klaim Tidak Berdasar terhadap Iran

Departemen Luar Negeri AS kembali melontarkan tudingan tak berdasar terhadap Republik Islam Iran.

Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/1/2020) pagi, mengklaim bahwa kelompok-kelompok yang didukung Iran telah mengancam keamanan Irak.

Hal itu disampaikan menyusul terjadinya serangan roket ke Kedutaan AS di Baghdad.

"Sejak September 2019 sampai sekarang, ada 14 serangan terhadap pasukan AS di Irak yang dilakukan oleh Iran dan milisi yang didukung oleh mereka," kata pernyataan tersebut.

Pada Minggu malam, lima roket ditembakkan ke zona hijau Baghdad di mana salah satunya jatuh di Kedutaan AS. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.

Beberapa sumber mengatakan lima pegawai Kedutaan AS terluka dalam serangan itu. Menurut seorang pejabat militer AS, roket tersebut mengenai gedung ruang makan kedutaan.

Washington selalu menuding Tehran sebagai pihak yang melakukan serangan terhadap pasukan AS di Irak.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi baru-baru ini mengatakan tudingan Washington bertujuan untuk mengalihkan perhatian publik dari kemarahan rakyat Irak atas kejahatan AS di negara itu.

 

Kepingan pesawat AS yang ditembak Taliban

Menhan AS Tolak Komentari Kabar Penembakan Pesawat oleh Taliban

Menteri Pertahanan AS Mark Esper, menolak mengomentari kabar tentang penembakan jatuh pesawat yang membawa personel militer Amerika di Afghanistan.

"Kami mengetahui insiden itu, tapi untuk saat ini tidak dapat memberikan keterangan lebih detail," ujarnya seperti dilaporkan televisi CNN, Senin (27/1/2020).

"Pentagon sedang mengumpulkan informasi dan kemudian akan mengumumkannya ke media," kata Esper.

Sejumlah media mengabarkan penembakan jatuh sebuah helikopter militer oleh Taliban di wilayah tenggara Afghanistan, setelah sebuah pesawat yang membawa personel militer AS jatuh di Provinsi Ghazni.

Taliban dalam dua pernyataan terpisah pada hari Senin (27/1/2020) menyatakan bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat yang mengangkut tentara AS di Ghazni dan sebuah helikopter militer Afghanistan di Provinsi Paktika.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid via akun Twitter-nya menulis, "Malam ini setelah insiden di Ghazni, sebuah helikopter militer musuh ditembak jatuh di dekat kota Sharan, ibukota Provinsi Paktika, itu benar-benar hancur. Semua orang di dalamnya tewas."

Sementara itu, militer AS mengkonfirmasi jatuhnya pesawat militer E-11A di Provinsi Ghazni, namun pihaknya membantah laporan tentang helikopter yang ditembak jatuh.

 

Reruntuhan salah satu bangunan di pangkalan militer AS, Ain Al-Assad 

Terlanjur Klaim Bisa Cegah Iran, Trump Tutupi Korban Ain Al Assad

Seorang anggota Senat Amerika Serikat memprotes langkah pemerintah Gedung Putih yang menyembunyikan korban serangan balasan Iran.

Senator Demokrat, Chris Murphy, Jumat (24/1) memprotes kebijakan Presiden Donald Trump menutup-nutupi korban serangan balasan rudal Iran ke pangkalan Amerika, Ain Al Assad di Irak.

Setelah Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon mengakui 34 tentara Amerika terluka dalam serangan rudal Iran, Chris Murphy di laman Twitternya menulis, Iran menyerang kita, dan 34 warga Amerika terluka.

Ia menambahkan, pemerintah Washington menutup-nutupi masalah ini sehingga bisa mempertahankan klaim bahwa ia telah menghidupkan pencegahan terhadap Iran. Langkah mereka untuk menurunkan ketegangan sudah benar, tapi untuk menjustifikasi peristiwa tak perlu memanipulasi.(PH)