Blunder Baru Trump, WHO dan Penanganan Covid-19
https://parstoday.ir/id/news/world-i80482-blunder_baru_trump_who_dan_penanganan_covid_19
Virus corona sebagai pandemi global menjadi tantangan seluruh negara dunia yang membutuhkan kerja sama internasional. Namun ironisnya, Amerika Serikat justru bertindak sebaliknya dengan menghentikan bantuan finansialnya kepada Organisasi kesehatan Dunia (WHO). Tidak hanya itu Washington juga melancarkan propaganda menyerang organisasi kesehatan internasional tersebut.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 17, 2020 11:59 Asia/Jakarta

Virus corona sebagai pandemi global menjadi tantangan seluruh negara dunia yang membutuhkan kerja sama internasional. Namun ironisnya, Amerika Serikat justru bertindak sebaliknya dengan menghentikan bantuan finansialnya kepada Organisasi kesehatan Dunia (WHO). Tidak hanya itu Washington juga melancarkan propaganda menyerang organisasi kesehatan internasional tersebut.

AS mengklaim Kelompok Tujuh, yang terdiri dari tujuh negara industri  yaitu: Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat menginginkan perubahan besar di tubuh WHO. Gedung Putih dalam sebuah pernyataan hari Kamis (16/4/2020) mengungkapkan bahwa anggota kelompok tujuh menyerukan reformasi yang lebih luas dari WHO untuk memastikan bahwa organisasi kesehatan internasional memainkan perannya dengan baik. Pemerintahan Trump juga telah mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk bekerja dengan komunitas internasional dalam mengatasi tantangan ekonomi dan kesehatan akibat Covid-19.

Ketika sebagian besar negara dunia sedang berjuang melawan penyebaran virus corona, Presiden AS, Donald Trump mhari Rabu justru mengumumkan penghentian bantuan finansial AS terhadap Organisasi Kesehatan Dunia. Trump dihujani kritik di Amerika Serikat sendiri karena gagal menangani penyebaran Covid-19. Ia juga dikecam komunitas internasional dalam beberapa hari terakhir karena berulangkali menuding WHO berpihak kepada Cina dan berusaha menyembunyikan informasi awal tentang virus corona.

Presiden AS juga menuding Organisasi Kesehatan Dunia melakukan kesalahan dalam mengelola penanganan virus corona. Hingga kini Amerika Serikat tetap menjadi debitur utama Organisasi Kesehatan Dunia dengan utang sekitar  200 juta dolar. Kontribusi wajib Washington terhadap pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 400 juta dolar. Langkah Trump menghentikan pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia bertujuan untuk memaksakan kepentingan Gedung Putih di organisasi internasional ini.

Meskipun Trump mengklaim kelompok tujuh mendukung posisi Washington di Organisasi Kesehatan Dunia, tapi faktanya tidak demikian. Pasalnya, mitra AS mengkritik keras kesalahan Trump. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell bereaksi negatif terhadap langkah Trump yang mengatasnamakan negara-negara anggota Uni Eropa. Jerman sebagai anggota Grup 7 dan negara paling penting di Uni Eropa secara terbuka mengkritik tindakan Trump.

 

 

Dari sudut pandang Berlin, langkah Washington merusak negara-negara yang memiliki kemampuan paling sedikit untuk melindungi diri mereka sendiri dalam situasi krisis saat ini. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam surat yang disampaikan kepada sejawatnya dari AS mengkritik keputusan Trump yang memotong dana finansial untuk Organisasi Kesehatan Dunia, dan menekankan perlunya mendukung organisasi ini selama masa krisis corona.

Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Gerd Muller juga menyebut pemangkasan anggaran Organisasi Kesehatan Dunia sebagai solusi yang sepenuhnya keliru dan menekankan bahwa Jerman akan meningkatkan anggarannya untuk membantu lembaga tersebut. Tentu saja, rival internasional AS, Rusia dan Cina juga menentang langkah Washington. Utusan Rusia untuk kantor PBB di Jenewa, menyebut langkah AS bias politis, karena Amerika sendiri memainkan peran penting dalam kegiatan dan keputusan WHO. Di dalam Amerika Serikat sendiri muncul penentangan keras terhadap langkah Trump tersebut.

Tampaknya, langkah Trump terhadap WHO menciptakan kesenjangan baru antara Amerika Serikat dan dunia, terutama antara Amerika Serikat dan mitra-mitra Eropa. Langkah AS tidak hanya melanggar komitmennya terhadap komunitas internasional semacam WHO. Lebih dari itu, AS secara serius merusak kerja sama internasional dalam penanganan Covid-19 di tingkat dunia. (PH)