Covid-19 dan Unilateralisme AS
-
Donald Trump
Di saat berbagai negara dunia menekankan multilateralisme di tengah penyebaran virus corona, Presiden AS Donald Trump justru semakin agresif melancarkan kebijakan unilateralismenya.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell menyerukan kerja sama internasional melawan virus corona. Ia juga secara implisit mengkritik kebijakan-kebijakan unilateral Trump, dan menekankan urgensi multikulturalisme dalam kondisi krisis saat ini. Menurutnya, saat ini tidak ada negara yang dapat bertindak sendirian dalam perang melawan Covid-19, dan tidak ada pilihan lain kecuali mengintegrasikan dan mensinergikan upaya untuk menemukan solusi global.
Kritik senada terhadap kebijakan Trump juga dikemukakan mantan Menteri Pertahanan AS Michael Maloof yang mengatakan bahwa dunia sekarang adalah dunia multipolar dan Amerika Serikat harus menerima kenyataan ini.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyerukan kerja sama internasional untuk memerangi virus corona dan mengurangi dampak buruknya. Majelis Umum PBB dengan suara bulat mengeluarkan resolusi yang menyerukan upaya kerja sama internasional dan multilateralisme menghadapi pandemi global ini.
Ketika dunia bersatu menyikapi masalah Covid-19 dengan menekankan multikulturalisme, Presiden Amerika Serikat justru melakukan blunder dengan memperkeruh krisis saat ini. Trump menuduh WHO membantu Cina menyembunyikan asal usul munculnya virus corona.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump yang merusak multilateralisme di tingkat dunia. Diplomat senior Perancis ini mengatakan, kebijakan melemahkan multilateralisme bukanlah hal baru, dan Amerika Serikat sejak dipimpin Donald Trump telah melepaskan begitu banyak komitmennya terhadap organisasi internasional.
Banyak pihak yang melihat era pasca-Corona sebagai babak baru dalam sistem politik dan tatanan dunia. Sementara Trump masih berusaha untuk membuktikan kekuasaannya dengan menggambarkan AS sebagai negara paling kuat dan terus melanjutkan kebijakan unilateralismenya.
Padahal para pakar di AS sendiri sudah mengakui runtuhnya pamor negaranya di dunia. Stephen Walt, profesor hubungan internasional Universitas Harvard menulis, "Reaksi Trump yang egois dan mengkhawatirkan dalam menyikapi krisis corona, dan nadanya yang tidak bertanggung jawab telah menghamburkan triliunan dolar dan menewaskan ribuan orang di Amerika Serikat. Tindakannya tidak hanya menyebabkan kerusakan bagi Amerika Serikat, bahkan menimbulkan kegagalan politiknya yang jauh dari ide untuk membawa supremasi Amerika Serikat di dunia. Ia menghancurkan begitu banyak kredibilitas Amerika di dunia,"(PH)