Pompeo: Dalam waktu Dekat Kami akan Atifkan Mekanisme Snapback
-
Mike Pompeo
Menteri luar negeri Amerika Serikat meski Dewan Keamanan PBB menolak resolusi anti Iran usulan Washingotn, menyatakan, pemerintah negara ini dalam waktu dekat akan mengaktifkan mekanisme pemulihan sanksi terhadap Tehran.
Seperti dilaporkan Tasnim News, Mike Pompeo Rabu (19/8/2020) di jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Irak, Fuad Hussein di Washington tanpa mengisyaratkan keluarnya Washington secara sepihak dari JCPOA mengatakan, Gedung Putih dalam waktu dekat akan mengajukan pengaktifan mekanisme snapback ke Dewan Keamanan.
Pompeo lebih lanjut mengungkapkan, Presiden Donald Trump dalam waktu dekat akan mengumumkan langkah-langkah anti Iran.
Jumat (14/8/2020) sore melalui penghitungan voting anggota Dewan Keamanan terkait resolusi usulan Amerika untuk memperpanjang sanksi senjata terhadap Iran, terbukti bahwa resolusi ini hanya mendapat dua suara mendukung. Dengan demikian Amerika gagal total mensukseskan langkah anti Irannya.
Amerika meski lebih dari dua tahun telah keluar dari JCPOA dan juga mengabaikan resolusi 2231 Dewan Keamanan, melalui interpretasi terbarunya mengklaim berdasarkan isi resolusi ini, Washington masih termasuk salah satu partisipan di JCPOA dan di koridor ini berhak untuk menggunakan mekanisme di kesepakatan ini termasuk snapback untuk memulihkan sanksi terhadap Iran.
Klaim Amerika tersebut langsung mendapat respon dari mayoritas anggata Dewan Kemanan khususnya Rusia dan Cina.
Trump pada Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA menyatakan negaranya keluar dari kesepakatan internasional ini dan kembali memulihkan sanksi terhadap Tehran.
Langkah Trump ini menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun tingkat internasional. (MF)