Pompeo Klaim Pemulihan Sanksi PBB terhadap Iran
-
Menlu AS Mike Pompeo
Meski ada penentangan dari Dewan Keamanan PBB terhadap resolusi anti Iran yang diusung Gedung Putih, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengklaim bahwa sanksi PBB terhadap Tehran akan dipulihkan kembali.
“Sanksi PBB terhadap Republik Islam Iran akan dipulihkan kembali pada 20 September dini hari waktu GMT,” cuit Pompeo Kamis (27/8/2020) seperti dilaporkan FNA.
Pompeo di akun Twitternya mengakui pemerintah AS setelah gagal memenangkan voting di Dewan Keamanan PBB untuk mencegah berakhirnya embargo senjata Iran, telah mengaktifkan mekanisme snapback untuk memulihkan seluruh sanksi PBB.
Menlu Amerika di cuitannya menulis, setelah kegagalan Dewan Keamanan, Amerika telah memulai proses 30 hari untuk memulihkan seluruh sanksi PBB terhadap Republik Islam Iran.
Di sidang hari Selasa Dewan Keamanan PBB dengan agenda Asia Barat, Rusia dan Cina meminta ketua periodik Dewan Keamanan untuk menginformasikan surat Amerika untuk memulihkan mekanisme snapback.
Ketua periodik Dewan Keamanan, Dian Triansyah Djani juga mengatakan, mengingat penentangan mayoritas anggota Dewan atas permintaan Amerika, langkah lebih lanjut di kasus ini tidak dapat diambil.
Amerika setelah kegagalannya di Dewan Keamanan meratifikasi draf resolusi untuk memperpanjang sanksi senjata terhadap Iran, dan meski telah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) menggunakan mekanisme snapback yang hanya berhak digunakan oleh anggota JCPOA, untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Tehran.
Keputusan Amerika Serikat ini menuai penentangan tegas dari anggota Dewan Keamanan PBB.
Presiden AS Donald Trump Selasa (8 Mei 2018) secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir ini dan menjatuhkan kembali sanksi nuklir terhadap Tehran.
Langkah Donald Trump ini mendapat kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. (MF)