Seriuskah Eropa Mendukung JCPOA ?
https://parstoday.ir/id/news/world-i87872-seriuskah_eropa_mendukung_jcpoa
Pihak Eropa selama ini mengklaim mendukung JCPOA, tapi fakta kinerjanya dalam mengimplementasikan isi perjanjian nuklir internasional ini masih jauh panggang dari api.
(last modified 2026-03-05T07:47:08+00:00 )
Des 03, 2020 10:17 Asia/Jakarta

Pihak Eropa selama ini mengklaim mendukung JCPOA, tapi fakta kinerjanya dalam mengimplementasikan isi perjanjian nuklir internasional ini masih jauh panggang dari api.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell hari Selasa menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan JCPOA, sebagaimana dalam cuitannya, "Saya berbicara dengan Mohammad Javad Zarif tentang perluasan hubungan antara Uni Eropa dengan Iran dan menekankan pentingnya mempertahankan JCPOA. Saya akan melanjutkan upaya sebagai koordinator untuk mengimplementasikan secara penuh JCPOA oleh semua pihak."

Klaim Borrell mengenai dukungan Uni Eropa terhadap JCPOA muncul di saat pihak Eropa belum mengambil langkah signifikan untuk mengurangi efek negatif dari sanksi Washington terhadap Tehran, sejak AS menarik diri dari perjanjian nuklir internasional ini pada Mei 2018. Masalahnya, negara dan perusahaan Eropa telah mematuhi sanksi AS terhadap Iran untuk menghindari hukuman dari Washington.

Tampaknya, kontak antara Borrell dengan Zarif baru-baru ini dan penekanannya kembali terhadap perlunya menjaga ketertiban berkaitan dengan langkah parlemen Iran mengenai masalah pencabutan sanksi terhadap negaranya.

 

Josep Borrell

 

Pada hari Selasa, anggota parlemen Islam menyetujui garis besar dan rincian rencana "Tindakan Strategis untuk Mencabut Sanksi". Berdasarkan ketetapan baru ini, pemerintah Iran berkewajiban untuk memproduksi uranium dengan pengayaan 20 persen, dan penangguhan implementasi protokol tambahan, jika pihak lain tidak menjalankan komitmennya dalam kerangka JCPOA. RUU ini disetujui sebagai tanggapan atas proses tindakan permusuhan AS terhadap Iran dan dukungan negara-negara Eropa kepada Washington. Berdasarkan ketetapan parlemen Iran tersebut, Eropa akan diberi waktu satu bulan untuk melaksanakan komitmennya mengenai pencabutan sanksi terhadap Iran.

Sejauh ini, Uni Eropa dan Troika Eropa hampir tidak mengambil tindakan efektif sejak Trump mengumumkan negaranya keluar dari JCPOA, dan menjatuhkan sanksi ketat terhadap Iran. Mereka berulangkali mengklaim mendukung keberlanjutan perjanjian nuklir ini demi menjaga perdamaian dan keamanan regional maupun internasional, dan berjanji akan mengambil  langkah terbaik untuk melakukannya. Tapi kinerja mereka masih jauh dari harapan.

 

Bendera pihak-pihak penandatangan JCPOA

 

Menyikapi masalah ini, peneliti senior Cina, Jin Liang Chiang mengungkapkan, "JCPOA bagi Uni Eropa adalah model yang sukses dan penting. Tetapi Trump melemahkan upaya Eropa ini dan menghancurkan pencapaian yang telah diraihnya. Langkah Trump menarik AS keluar dari JCPOA merusak kredibilitas Uni Eropa [dan troika Eropa] sebagai mediator penyelesaian perselisihan internasional,".

Analisis mengenai kinerja Eropa setelah AS keluar dari JCPOA mengindikasikan ketidakmampuan mereka dalam memenuhi komitmennya terhadap Iran. Mereka menolak untuk memenuhi kewajibannya, terutama penerapan mekanisme interaksi keuangan dan perdagangan yang efektif dengan Iran yang disebut Instex, karena tekanan AS dan lemahnya itikad politik dalam mengambil keputusan secara independen. 

Kini, JCPOA berada dalam kondisi tidak menentu yang disebabkan oleh kebijakan konfrontatif  pemerintahan Trump, dan kelambanan pihak Eropa dalam memenuhi komitmennya terhadap implementasi isi perjanjian nuklir internasional itu.(PH)