Rusia Khawatir Senjata Nuklir AS di Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i88333-rusia_khawatir_senjata_nuklir_as_di_eropa
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kondisi mengkhawatirkan tentang keberadaan senjata nuklir Amerika di wilayah Eropa menunjukkan ketidakmampuan Washington bersaing secara sah di bidang industri militer-teknis.
(last modified 2026-02-17T14:39:16+00:00 )
Des 17, 2020 17:27 Asia/Jakarta
  • Senjata nuklir AS
    Senjata nuklir AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kondisi mengkhawatirkan tentang keberadaan senjata nuklir Amerika di wilayah Eropa menunjukkan ketidakmampuan Washington bersaing secara sah di bidang industri militer-teknis.

Menurut laporan Novosti, Maria Zakharova saat jumpa pers mengatakan, "Negara-negara non nuklir yang menjadi gudang penyimpanan senjata nuklir, sejatinya melanggar Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT) dengan Badan Energi Atom Internasional (UAEA)."

Trump dan senjata nuklir

"Kondisi terkait senjata nuklir AS di Eropa, telah menciptakan kekhawatiran paling mendalam soal keamanan strategis dan dari sisi jaminan kredibilitas dan keberlanjutan NPT," papar Zakharova.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hari Rabu menentang NPT dan distatemennya mengungkapkan bahwa perjanjian ini tidak selaras dengan fakta saat ini di bidang keamanan internasional serta bertentangan dengan arsitek saat ini pelarangan penyebaran senjata dan pelucutan senjata.

Hubungan Barat dan Moskow semakin renggang sejak tahun 2014 akibat perluasan pengaruh militer NATO khususnya AS di dekat Rusia dan Eropa timur, krisis Ukraina, Laut Baltik dan krisis Suriah.

Pengamat Eropa dan Amerika di suratnya juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali perjanjian kontrol senjata untuk mencegah meletusnya perlombaan senjata nuklir.

Jika Rusia dan Amerika tidak mencapai kesepaaktan terkait perpanjangan perjanjian Start baru, maka pakta ini akan berakhir Februari 2021.

Pemerintah Amerika tahun 2019 mengumumkan keluar dari perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

Rusia berulang kali memperingatkan dampak eskalasi instabilitas dan tensi jika perlombaan senjata semakin intens. (MF)