Pemakzulan Trump di Penghujung Jabatan Presiden AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i89214-pemakzulan_trump_di_penghujung_jabatan_presiden_as
Derasnya desakan pemakzulan Donald Trump di penghujung masa jabatannya yang hanya tinggal menghitung hari membuka lembaran baru dalam sejarah politik AS.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 10, 2021 09:30 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Derasnya desakan pemakzulan Donald Trump di penghujung masa jabatannya yang hanya tinggal menghitung hari membuka lembaran baru dalam sejarah politik AS.

Aksi penyerbuan para pendukung Presiden Donald Trump di gedung Capitol Hill pada 6 Januari lalu, memicu kemarahan banyak pihak di AS, termasuk munculnya prakarsa untuk memakzulkan Trump yang diajukan partai Demokrat pada Rabu. Trump didakwa melakukan provokasi untuk menghasut pemberontakan dan mendorong tindakan ilegal terhadap gedung Kongres AS, serta mengancam keamanan dan lembaga pemerintah AS. Jika klaim ini disetujui oleh Senat, maka Trump bisa dipecat dari jabatannya sebagai presiden AS, bahkan mungkin akan di penjara.

"Apa yang terjadi di ibu kota AS adalah pemberontakan terhadap Amerika Serikat yang diprovokasi oleh Trump. Presiden ini seharusnya tidak menjabat bahkan satu hari saja," kata Senator Demokrat, Chuck Schumer.

Namun, kubu Republik yang masih memegang mayoritas di Senat AS, tampaknya tidak ingin presiden dari partainya dikudeta, dan diadili. Hanya tinggal 10 hari tersisa sampai akhir masa kepresidenan Trump. Pada saat yang sama, muncul keprihatinan mendalam jika dilakukan proses persidangan dan pemecatan Presiden Amerika Serikat akan menyulut kerusuhan baru.

 

Pendukung Trump menduduki gedung Kongres AS 

 

Senator Republik Lindsey Graham mengatakan pemakzulan Trump di Kongres AS akan meningkatkan perpecahan di negara itu dan melemahkan posisi kepresidenan. Pernyataan itu muncul setelah Graham dikritik keras oleh para pendukung Trump ketika dia melintasi terminal bandara di Washington, sehingga ia harus dikawal ketat ketika keluar dari kerumunan massa yang marah. 

Oleh karena itu, kemungkinan dimulainya persidangan Senat mengenai pemakzulan Trump akan merugikan posisi para senator Republik di mata para konstituennya, yang memandang pemilu presiden November 2020 sebagai penipuan.

Di sini lain, partai Demokrat mencoba untuk menggulingkan Trump dari Gedung Putih dengan cara yang memalukan demi memukul partai rivalnya dalam jangka panjang. 

Sementara itu, Trump masih belum mengakui kekalahannya dalam pilpres, bahkan masih diumbar dalam berbagai cuitan di Twitternya yang akhirnya ditutup sementara.

Masalah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan partai Demokrat. Dengan demikian, membungkam Trump adalah salah satu prioritas utama Demokrat selama beberapa waktu mendatang, termasuk dengan memakzulkannya. Meskipun mungkin nanti akhirnya Trump tidak jadi dipecat, tapi reputasi Trump dan partai Republik akan terpuruk di mata mayoritas masyarakat AS, bahkan dunia.(PH)