Ada Tentara Trump di Kepolisian AS
-
Mantan presiden AS Donald Trump
Polisi New York melakukan penyidikan terhadap petugas keamanan yang mengenakan seragam dengan atribut pendukung mantan presiden AS.
Seperti dilaporkan FNA, menyusul gelombang protes terhadap aparat kepolisian New York yang menggunakan atribut pendukung Donald Trump di seragamnya, penyidikan terkait identitas petugas tersebut telah dimulai.
Aksi konsentrasi hari Jumat para pendukung kampanye "Nyawa warga kulit hitam berharga" digelar di New York dan kemudian aparat keamanan dikirim ke lokasi konsentrasi.
Di video yang dirilis dari aksi demo anti rasisme ini terdapat gambar petugas polisi yang diseragamnya ditemukan atribut sebagai pendukung Trump.
Sejumlah netizen jejaring sosial menekankan, penggunaan atribut politik di seragam polisi bertentangan dengan undang-undang lembaga ini dan sejumlah lain menyebut petugas tersebut "Kulit putih yang berpikir lebih unggul" dan "Anggota tentara Trump".
Kepolisian New York di statemennya menyatakan, petugas ini akan mendapat teguran dan hukuman karena mengenakan atribut politik serta dimulai penyidikan di kasus ini.
Menyusul pembunuhan terhadap George Floyd, warga kulit hitam Amerika tahun 2020 di salah satu kota Amerika, muncul gerakan "Nyawa kulit hitam berharga" dan gerakan ini sampai kini terus berlanjut.
Trump saat merespon gerakan ini dan aksi luas di berbagia kota, menyebut para demonstran anti rasis sebagai perusuh dan kriminal, ia juga menggunakan polisi dan garda nasional untuk menumpas aksi ini. (MF)