Mantan Intel AS: Usul Dialog Langsung Biden, Jebakan untuk Iran
Mar 07, 2021 14:06 Asia/Jakarta
-
Scott Ritter
Penentuan syarat kembalinya Amerika Serikat ke perjanjian nuklir JCPOA adalah pengulangan kesalahan terdahulu, dan akan menghasilkan kegagalan dalam perundingan dengan Iran.
Hal itu disampaikan Scott Ritter, mantan anggota Korps Intelijen, Angkatan Laut Amerika dalam artikelnya yang dimuat Russia Today, seperti dikutip Fars News (6/3/2021). Scott Ritter mengatakan, jika Presiden Joe Biden ingin kembali ke JCPOA, ia tidak boleh menerapkan syarat apapun.
Ia menegaskan, tawaran pemerintahan Biden kepada Iran untuk berunding langsung adalah jebakan, namun rencana itu keburu diidentifikasi dan dilucuti oleh Iran.
Ritter menambahkan, Iran tidak akan mengikuti tuntutan-tuntutan tidak rasional dan tidak realistis yang diajukan pemerintah Biden terkait kembalinya Amerika ke JCPOA. Oleh karena itu, Presiden Amerika harus melangkah dengan pragmatisme dan fleksibilitas.
Menurut Ritter, sepertinya pemerintah Joe Biden menggunakan isu poros garis merah terkait kembalinya Amerika ke JCPOA, yaitu Iran tidak punya pilihan selain menerima syarat AS atau tidak ada kesepakatan sama sekali. Hasil strategi semacam ini sejak awal sudah ketahuan, yaitu tidak akan pernah ada kesepakatan.
Mantan intel AL Amerika itu menjelaskan, usul pemerintah Biden untuk mengajak Iran berunding langsung dengan Amerika, dan negara penandatangan JCPOA lainnya, ditolak Iran. Keputusan menolak usul perundingan langsung Amerika, karena Iran merasa tidak ada jaminan apapun bahwa dialog ini hanya membahas JCPOA.
"Iran tidak akan bersedia berunding selama Amerika tidak kembali ke JCPOA tanpa syarat, dan seluruh sanksi dicabut," pungkasnya. (HS)
Tags