Rusia Minta AS Cabut Sanksi yang Melanggar Kesepakatan Nuklir Iran
-
Dmitry Polyanskiy.
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy menyatakan optimisme tentang masa depan kesepakatan nuklir JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan.
Dia meminta Amerika Serikat untuk mencabut tindakan yang melanggar kesepakatan nuklir Iran.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers bulanan di New York ketika menjawab pertanyaan wartawan IRNA, Selasa (30/3/2021).
Polyanskiy mencatat bahwa AS tidak bertindak sesuai dengan hukum internasional dengan menjatuhkan sanksi ekstrateritorial terhadap negara-negara merdeka.
"AS harus segera menyadari bahwa dunia telah berubah dan tidak ada tempat di dunia untuk instrumen semacam itu," ujarnya.
Berbicara tentang kesepakatan nuklir Iran, Polyanskiy mengatakan Moskow mengetahui posisi para pihak, dan kami tidak akan melupakan siapa yang memulai lebih dulu dan pihak mana yang melakukan sesuatu.
Rusia, lanjutnya, menyambut baik perubahan yang diambil oleh presiden baru AS dan kami berharap sikap ini akan membawa hasil yang konkret dan praktis dalam waktu dekat.
Presiden AS Joe Biden meminta Tehran untuk membatalkan langkah-langkah yang diambil dalam merespon keputusan pemerintahan Donald Trump keluar dari JCPOA.
Namun, pemerintah Iran menegaskan bahwa AS telah melanggar kesepakatan nuklir dan Republik Islam mengurangi komitmen kesepakatan sebagai respons atas pelanggaran itu.
Tehran menyatakan kesiapannya untuk mengambil setiap langkah setelah sanksi dicabut. (RM)