AS Lanjutkan Dukungan terhadap Agresi Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i96218-as_lanjutkan_dukungan_terhadap_agresi_saudi_di_yaman
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS urusan negara Arab menyatakan tidak ada solusi yang bisa diambil di Yaman tanpa dukungan Riyadh, tapi tidak menyinggung sama sekali agresi militer tujuh tahun yang dilancarkan Arab Saudi terhadap negara tetangganya itu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 02, 2021 05:39 Asia/Jakarta
  • Aksi protes menuntut penghentian dukungan AS terhadap agresi militer Saudi di  Yaman.
    Aksi protes menuntut penghentian dukungan AS terhadap agresi militer Saudi di Yaman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS urusan negara Arab menyatakan tidak ada solusi yang bisa diambil di Yaman tanpa dukungan Riyadh, tapi tidak menyinggung sama sekali agresi militer tujuh tahun yang dilancarkan Arab Saudi terhadap negara tetangganya itu.

Jubir Kemenlu AS urusan negara Arab yang berbasis di Dubai, Samuel Werberg hari Sabtu (1/5/2021) mengatakan,"Prioritas Washington di Yaman adalah mengirimkan bantuan dan mendukung upaya mencapai solusi politik,".

Tanpa menyebutkan invasi tujuh tahun ke Yaman yang dilancarkan oleh koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi, Werberg menyerukan supaya militer Yaman segera menghentikan serangan mereka ke Arab Saudi.

Pernyataan itu datang ketika Presiden AS Joe Biden dalam pidato pertamanya sejak menjabat, menjelaskan kebijakan luar negeri Washington dalam masalah perang Yaman, dan mengklaim berupaya untuk mengakhirinya.

Biden menggambarkan perang Yaman sebagai "bencana strategis", dan menegaskan akan menghentikan dukungan Washington terhadap invasi militer di Yaman, termasuk penjualan senjata ke koalisi agresor Saudi. Tetapi faktanya koalisi Saudi yang didukung AS sejauh ini tidak menghentikan agresinya di Yaman, bahkan merusak proses pertukaran tahanan.

Mohammed Ali al-Houthi, Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, di akun Twitternya hari Sabtu (1/5/2021) menanggapi berlanjutnya agresi terhadap Yaman dalam bayang-bayang lebih dari seratus hari janji perdamaian Presiden AS, dengan menulis, "Satu seratus hari atau lebih setelah Biden mengumumkan urgensi perdamaian dan diakhirinya agresi terhadap Yaman disahkan tanpa tindakan apa pun. Hal ini membuktikan bahwa pernyataannya emosional dan tidak direncanakan. Statemen tersebut tidak memiliki rencana praktis dan optimisme terhadap mereka tidak pada tempatnya." (PH)